Maroko dan Semangat Perlawanan Rakyat Palestina

𝐌𝐚𝐫𝐨𝐀𝐨 𝐝𝐚𝐧 π’πžπ¦πšπ§π πšπ­ 𝐏𝐞𝐫π₯𝐚𝐰𝐚𝐧𝐚𝐧 π‘πšπ€π²πšπ­ 𝐏𝐚π₯𝐞𝐬𝐭𝐒𝐧𝐚

Oleh: Ari Fahry

Timnas Maroko berhasil mencuri perhatian pecinta sepakbola di Piala Dunia Qatar kali ini. Tergabung di group F bersama Kroasia, Belgia, dan Kanada, Maroko jelaslah bukan tim unggulan. Para pengamat sepakbola masih lebih mengunggulkan Kroasia sebagai finalis Piala Dunia 2018, serta kuda hitam Belgia yang akan melaju ke babak 16 besar dari group ini.

Pada pertandingan pembuka, Maroko berhasil menahan imbang permainan Kroasia yang dipimpin Luca Modric dan teman-temannya. Dipertandingan kedua, Maroko berhasil membungkam Belgia dengan skor 2 gol tanpa balas. Puncaknya, pada partai terakhir babak penyisihan Kanada juga harus mengakui ketangguhan benteng Maroko, setelah harus puas dengan hasil akhir 2-1 untuk keunggulan Maroko yang diasuh oleh pelatih Walid Regragui ini.

Tetiba, semua mata tertuju ke Maroko, secara mengejutkan mereka keluar sebagai pemuncak group F, sekaligus memupuskan harapan Belgia melaju ke babak 16 Besar. 

Ada yang menarik di setiap kemenangan anak-anak Maroko pada Piala Dunia kali ini. Mereka merayakan kemenangannya bersama bendera Palestina, usai pertandingan, para pemain membentangkan bendera Palestina, sebuah pesan simbolik bahwa Maroko bersama Palestina, mendukung perjuangan mereka di sana.

Di Palestina, kemenangan Maroko pun disambut euforia masyarakat. Selebrasi pemain Maroko yang membawa bendera Palestina, dibalas oleh rakyat Palestina dengan membentangkan bendera Maroko dengan penuh kebanggaan. Sebuah pemandangan yang mengundang kagum tentang bagaimana persaudaraan dua negara tertaut atas perasaan yang sama. Maroko adalah Palestina, Pelestina adalah Maroko. 

Kemenangan Maroko benar-benar mewakili semangat perlawanan rakyat Palestina. Semangat yang rasa-rasanya juga merasuki mereka di setiap pertandingan. Palestina memberikan energi tersendiri pada perjuangan Maroko di lapangan hijau. Sebab menang, berarti bendera Palestina akan kembali berkibar. Sejauh ini, mereka telah mengibarkan bendera Palestina hingga babak 16 besar. 

Di pertandingan terakhir, secara dramatis Maroko memulangkan favorit Juara Spanyol melalui babak adu penalti. Pasukan Singa Atlas kembali menunjukan bahwa mentalitas mereka dapat bersaing dengan jawara-jawara Eropa. Generasi baru Maroko menunjukan kegigihan mereka di lapa/ngan, pantang mereka menyerah sampai peluit akhir berbunyi. Serupa anak-anak Palestina yang bermodalkan batu berhadapan dengan tank-tank Israel. Tidak ada kata menyerah. Skor imbang tanpa gol harus dituntaskan di babak adu mental. Dengan tenang, tendangan pelan Achraf Hakimi pun menyudahi perjalanan Spanyol di Piala Dunia Qatar.  

Bendera Palestina kembali berkibar merayakan lolosnya anak-anak Maghribi melaju ke babak 8 besar. Di pertandingan berikutnya, Portugal telah menanti perlawanan Hakim Ziyech dan kawan-kawan memperebutkan tiket ke 4 besar. Bila Maroko kembali menang, maka bendera Palestina juga akan kembali berkibar di partai semi-final. Kita tunggu bersama sembari berharap, Maroko bersama bendera Palestina akan terus berkibar hingga babak final piala dunia.

Sepakbola memang tidak lagi sekedar olahraga, bukan juga sekedar tentang siapa yang paling banyak memasukan bola. Sepakbola saat ini tak ubahnya adalah panggung kampanye yang cukup efektif untuk menarik perhatian masyarakat dunia, dakwah dalam bahasa ummat Islam. Hari ini, Maroko telah menunjukan keberpihakan, pesan yang menyedot perhatian dunia tentang nasib rakyat Palestina.

Jumat, 9/12/2022

(fb)
Baca juga :