Asyari Usman: Ada bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung. Inikah pertanda pemilu 2024 ditunda?

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kejadian bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 7 Desember 2022 pukul 08.20 WIB menggegerkan semua orang.

Wartawan senior Asyari Usman mengkhawatirkan efek bom bunuh diri ini bisa berimbas pada penundaan Pemilu 2024.

"Ada bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung. Inikah pertanda pemilu 2024 ditunda? Sekaligus kasih tau bohir internasional bhw terorisme masih ada di Indonesia," tulis Asyari Usman di akun facebooknya, Rabu (7/12/2022).

Pelaku Bom Bunuh Diri Mantan Narapidana Terorisme

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim.

Agus merupakan mantan narapidana kasus bom Cicendo, Jawa Barat, dan telah dihukum penjara selama empat tahun di Nusakambangan.

Agus kemudian bebas pada September 2021.

"Dari hasil pemeriksaan sidik jari dan juga kita lihat dan face recognition, identik pelaku Agus Sujatno atau Agus Muslim. Yang bersangkutan pernah ditangkap atas kasus Bom Cicendo dan sempat dihukum empat tahun dan di bulan September-Oktober 2021 dia bebas," ujar Listyo di sekitar Mapolsek Astananayar, Rabu (7/12/2022).

Listyo mengatakan, Agus termasuk mantan napi yang sulit dilakukan deradikalisasi sehingga statusnya masih "merah".

"Yang bersangkutan ini sebelumnya ditahan di LP Nusakambangan. Artinya dalam tanda kutip masuk kelompok masih merah. Maka proses deradikalisasi perlu teknik dan taktik berbeda karena yang bersangkutan masih susah diajak bicara, cenderung menghindar, walaupun sudah melaksanakan aktivitas," ujar Listyo, dilansir Kompas.

Kalau statusnya masih 'Merah', kenapa bisa lolos dari pengawasan?