Weleh weleh.... Relawan Jokowi Maunya Bertempur... "Kita ini Pemenang, Kita ini besar... Kalau mau tempur lapangan jumlah kita lebih banyak"

[PORTAL-ISLAM.ID] Video pernyataan salah satu 'Relawan Jokowi' viral di media sosial.

Video ini terjadi di acara Relawan Jokowi di GBK pada Sabtu (26/11/2022) lalu.

Rupanya selain pidato di hadapan massa di lapangan GBK, Presiden Jokowi juga secara khusus bertemu dengan 'perwakilan relawan' dalam sesi khusus.

Nah video ini saat Jokowi bertemu terbatas dengan 'perwakilan relawan'.

Dalam video itu salah satu perwakilan relawan menyatakan sudah gemes dengan serangan terhadap Pemerintah.

"Kita ini Pemenang, kita ini besar, tapi serangan lawan masih terus.... kita ini gemes ingin melawan mereka, kalau mau tempur lapangan jumlah kita lebih banyak... kalau Bapak (Jokowi) gak mengijinkan kita tempur di lapangan melawan mereka... maka penegakkan hukum yang harus di....," kata lelaki dalam video ini bicara kepada Presiden Jokowi yang ada di hadapannya.

Mendapat pernyataan ini, Jokowi menanyakan contoh perbuatan yang dimaksud.

"Misalnya setiap mereka yang selama ini mencemarkan nama baik, menyerang pemerintah, adu domba, menyebarkan kebencian, semua bisa dijerat dengan hukum. Kalau penegakkan hukum tidak dijalankan, maka kami yang melawan mereka di lapangan," ujar lelaki ini.

Siapakah lelaki yang ngomong di video itu?

Dia adalah Benny Rhamdani

Sebenarnya tidak tepat kalau disebut 'relawan', karena sekarang dia menjabat Kepala BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen.

Yang artinya dia itu Pejabat Negara, digaji dari duit rakyat, makan duit APBN. 

Tapi ngomongnya mau tempur sesama rakyat yang cuma beda pendapat/mengkritik pemerintah, sesama rakyat dianggap sebagai musuh/lawan. Padahal dia juga ngakunya mantan aktivis 98 yang ikut menumbangkan Soeharto rezim otoriter.

Dalam biodata di situs resmi BP2MI, Benny Rhamdani ini dulunya politikus PDIP, lalu pindah ke Hanura. 

Dia merupakan anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Utara periode 2014-2019. 

Sebelumnya Anggota DPRD Provinsi Sulawesi dari PDIP selama 3 periode (1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014). Lalu pindah ke Partai Hanura.

Pada Pilpres 2019, Benny Rhamdani menjabat Direktur Kampanye Tim Nasional Jokowi - KH Ma’ruf Amin.

Video pernyataan Benny Rhamdani ini sekarang viral di media sosial dan banyak yang menghujat.

"Baru faham jika sirkel (lingkaran) Pak @jokowi ini banyak yg berpikiran fasis. Melihat soal politik kebangsaan jadi soal perang. Soal musuh dan kawan. Tak heran jika polarisasi awet di Indonesia karena perbedaan politik dipandang sbg permusuhan. Picik sekali," komen Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang merupakan mantan Ketua Komisi Yudisial di akun twitternya @AidulFa menanggapi video ini.

[VIDEO]