Thailand angkat Gubernur Wanita Muslim Pertama Pateemoh Sadeeyamu di Provinsi Pattani

[PORTAL-ISLAM.ID] BANGKOK - Sejarah baru tercipta di Thailand. Negara mayoritas Budha itu kini memiliki seorang gubernur wanita muslim pertama.

Mantan wakil gubernur provinsi Narathiwat dan Yala Thailand, Pateemoh Sadeeyamu, telah resmi menjadi gubernur wanita Muslim pertama di provinsi Pattani yang merupakan wilayah mayoritas muslim.

Penunjukan itu sudah disetujui kabinet Thailand pada Selasa (15/11/2022).

Penunjukannya disambut baik oleh banyak orang di provinsi Pattani yang bergolak, termasuk “We Peace”, jaringan wanita yang didedikasikan untuk pemulihan perdamaian di Ujung Selatan Thailand.

Asisten Profesor Chiraphan Sema, mantan dosen di Universitas Prince of Songkhla, Kampus Pattani, mengatakan penunjukan Pateemoh merupakan kabar baik bagi masyarakat di Pattani, karena dia cerdas, memiliki pengalaman luas dan pemahaman yang baik tentang masalah di wilayah selatan.

Lahir pada tanggal 19 November 1965, Pateemoh adalah penduduk asli Yala yang memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Manajemen, Universitas Prince of Songkla.

Dia meraih gelar master dari Sekolah Pascasarjana Pembangunan Sosial dan Strategi Manajemen, National Institute of Development Administrasi.

Dia bergabung dengan pamong praja pada tahun 1993 dan bekerja di beberapa provinsi selatan, termasuk Ranong, Yala dan Pattani.

Dia juga menjabat sebagai direktur kantor administrasi pusat di bawah Pusat Administrasi Provinsi Perbatasan Selatan.

Pateemoh yang kini berumur 57 tahun, memiliki rekam jejak prestasinya telah diketahui banyak orang. Dia telah bertugas di beberapa provinsi selatan, termasuk Ranong, Yala, Narathiwat, Pattani dan Phatthalung, dan di Pusat Administrasi Provinsi Perbatasan Selatan.

Dia adalah wakil gubernur provinsi Phatthalung, Narathiwat dan Yala sebelum dipromosikan menjadi gubernur wanita Muslim pertama di Pattani.

Disambut baik

Penunjukan Pateemoh Sadeeyamu disambut baik oleh pejabat negara, pemimpin agama Muslim, dan penduduk di Phatthalung, Yala, Narathiwat, dan Pattani, yang melihatnya sebagai panutan positif bagi Muslim Thailand.

Abdulashi Dueramae, ketua organisasi administrasi tambon Kabang di distrik Kabang Yala, mengatakan masyarakat di tiga provinsi paling selatan menyambut baik berita tersebut dan mengapresiasi kenyataan bahwa pemerintah mengakui pekerjaan dan kemampuannya.

Makoseng Samoh, kepala desa di tambon Kabang, mengatakan masyarakat di Yala dan Narathiwat juga senang dengan kabar tersebut.

Abdulmasen Sa-u, kepala tambon Kabang, mengatakan hal itu menandai tonggak sejarah baru yang menarik bagi masyarakat di tiga provinsi paling selatan.

Kerusuhan di Pattani merupakan salah satu tantangan yang dihadapi gubernur baru, yang pengangkatannya bertepatan dengan dua ledakan bom di sana Selasa malam.

Para pejabat mengatakan ledakan pertama terjadi pada pukul 8.05 malam di stasiun PTT di Highway 42 di tambon Bana, distrik Muang, melukai seorang petugas pompa bensin. Yang lainnya meledak di pom bensin PT di Highway 42 di distrik Yaring.

Thailand Selatan adalah wilayah yang dilanda konflik agama. Akar pemberontakan Thailand Selatan jauh di belakang sejarah.

Lebih dari 6.500 orang tewas dan hampir 12.000 terluka antara tahun 2004 dan 2015 dalam pemberontakan separatis etnis.

Demografi

Pattani merupakan salah satu daripada empat provinsi Thailand yang mempunyai mayoritas penduduk beragama Islam (80%). 

Nama Pattani berasal dari dua perkataan Bahasa Melayu logat setempat yaitu "Pata" ("Pantai") dan "Ni" ("Ini"). Sebagai salah satu wilayah baru yang terbentuk dari Negara Patani awal, demografinya tidak jauh berbeda dengan provinsi-provinsi mayoritas Melayu Islam yang lain seperti Narathiwat (Menara), Yala (Jala), Satun (Sentul) dan Songkhla (Senggora).

Al-Fattani adalah dari perkataan Bahasa Arab bermaksud kebijaksanaan atau cerdik, karena di situ tempat lahirnya banyak ulama dan cendekiawan berbagai golongan dari tanah melayu (jawi). Banyak juga yang menjadi ahli tafsir Al-quran, pengarang kitab bahasa Arab dan bahasa Melayu serta banyak juga yang telah menjadi tenaga pengajar di tanah Arab kebanyakan dari Fattani maka orang-orang Arab menggelar mereka adalah orang Fattani.

Fattani adalah serambi Mekah di gelar Fattani Darulsalam.

Akankah Pateemoh, dengan pengalamannya bekerja di kawasan itu mampu membuat langkah signifikan menuju perdamaian? Kita harus menunggu dan melihat.

*Sumber: