SERING SEDIH kalau melihat kondisi sekitar Masjidil Haram seperti ini...

SERING SEDIH kalau melihat picture seperti ini... 

Dulunya ada aturan bangunan di Kota Suci Makkah, bangunan apapun tidak boleh lebih tinggi dari menara masjid. Maknanya, ada sikap hormat terhadap Masjid Suci.

Tapi sejak revolusi konstruksi pada 2010 sampai saat ini, konsep "lanskap" Kota Makkah banyak berubah. Hal itu berimbas pada Masjid Suci. 

Dulu yang menjadi IKON UTAMA Kota Makkah adalah Ka'bah dan Masjid Suci. Sekarang sudah banyak bangunan-bangunan megah di sekitarnya. Terlebih gedung tinggi dengan ciri utama jam besar dan "dua tanduk" itu. 

Karena rata-rata bangunan megah itu memang hotel, tentu tidak berlaku PENJAGAAN RUHIYAH yang ketat di tempat-tempat tersebut. Misalnya, tidak ada "polisi Syariat" menjaga atau mengawasi perbuatan manusia di dalamnya. Namanya hotel, lebih ke suasana dunia, mewah, komersialitas. 

Dulunya, sebelum era 2010, satu-satunya bangunan yang tingginya setara Masjid Suci, adalah Istana Raja, yang ada di samping Masjid. Dekat pintu Babussalam. 

Mungkin ya, karena ketidak-mampuan hadirkan suasana SPIRITUAL yang baik, akhirnya digantilah dengan duniawi: pencakar langit, megah, mewah, industrialis, transaksional, dan tentu saja fried chicken. 

*KUTIPAN: 

Sementara Sami Angawy, arsitek pendiri Pusat Penelitian Ibadah Haji di Jeddah memandang transformasi yang berlangsung Makkah berada di bawah kuasa para pengusaha properti dan pengembang. 

“Mereka ubah tempat ziarah suci ini jadi mesin, sebuah kota tanpa identitas, tanpa peninggalan sejarah, tanpa kebudayaan dan tanpa lingkungan alam. Bahkan mereka renggut gunung dan bukit.”

Pembangunan Abraj al Bait ini juga sempat menimbulkan ketegangan antara pemerintah Arab Saudi dan Turki, karena harus menggusur Benteng Ajyad yang dibangun oleh Keraajaan Turki Usmani pada tahun 1781. Pembangunan benteng ini dimaksudkan untuk melindungi Ka’bah dari serangan pihak luar.

~Ya Rabb ya Malik, dalam duka ini atas kehilangan spiritualitas Tanah Suci, maafkanlah~

(Sam Waskito)

Baca juga :