Nasib Guru Honorer... apa aja dijabanin demi sesuap nasi, hiks...

Oleh: Widi Astuti

Profesi pertama kali setelah wisuda adalah menjadi guru honorer. Tepatnya guru ekonomi di sebuah SMA swasta.

Saya agak lupa ngajar berapa jam dalam seminggu. Tapi nggak setiap hari ngajar. Sepertinya hanya berangkat dua hari dalam seminggu. Sisanya ngajar les macem-macem di luar sekolah. Dari les anak SD, les privat komputer, sampai les bahasa Inggris. Intinya les apa aja maka ready on call. Namanya juga baru lulus, ya apa aja dijabanin demi sesuap nasi, hiks...

Tiap hari muter tiada henti. Ngajar les sana sini, bahkan sampai malam. Tapi enjoy aja. Kan belum ada kesibukan lain. Jadi kemana-mana bawa buku pelajaran.

Nah, ada satu moment yang sangat membekas hingga sekarang. Saat itu adalah hari gajian yang pertama kali seumur hidup. Sempat kubayangkan gajinya setara UMR. Andaikan tidak setara UMR ya nggak jauh-jauh amat gitu.

Begitu menerima amplop gaji pertama, saya mencari ruang kelas sepi. Bersembunyi untuk membuka amplop. Dag dig dug ser, berdebar tidak karuan membuka amplop. Berharap melihat beberapa lembaran uang merah (ratusan ribu).

Tapi apa yang terjadi jauh dari harapan. Lembar yang kudapatkan bukanlah berwarna merah, tetapi berwarna hijau (@Rp 20.000). Itupun hanya 4 biji. Rasanya kaget dan shock. Hanya segini gaji seorang sarjana ekonomi dengan IPK diatas 3? Rasanya soundtrack lagu Kumenangiiiiiisss sangat cocok mengiringi situasi saat itu.

Gaji menjadi guru honorer jauh dibawah pendapatan les privat. Apalagi saya ngajar les privat di banyak tempat. Jadinya lebih menyenangkan menjadi guru les privat.

Saya hanya bertahan selama 6 bulan menjadi guru honorer. Kemudian melamar di beberapa tempat. Akhirnya diterima di salah satu Bank Perkreditan Rakyat Syariah. Gajinya tentu beda jauh dengan guru honorer.

Tapi pengalaman menjadi guru honorer yang paling membekas. Saya berfikir merekalah pahlawan sejati. Bekerja keras mencerdaskan kehidupan anak bangsa tetapi gajinya jauh dari layak. 

Saya pernah berada di posisi itu, posisi seorang guru honorer dengan gaji yang sangat mengenaskan. Dan saya tau, saat ini masih banyak guru honorer yang mendapatkan gaji jauh di bawah UMR. Mereka para sarjana yang gajinya jauh di bawah buruh pabrik. Mereka berpendidikan tinggi tapi gajinya dibawah lulusan SMP. Sebuah fenomena yang membuat prihatin dan sedih.

Semoga suatu saat nanti para guru honorer bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Bisa mendapat gaji yang sesuai dengan pendidikan mereka.

Selamat Hari Guru. Sungguh profesi guru adalah profesi yang mulia. Mereka mengajar ilmu yang senantiasa terpakai sepanjang hayat. Semoga amal jariyah para guru, terkhusus guru honorer, mendapat ganjaran berlipat baik di dunia maupun akhirat.

❤️    Selamat Hari Guru. ❤️
Engkaulah pahlawan sepanjang masa.

25 November 2022

(fb penulis)
Baca juga :