Fakta vs Hoax Presiden Tukang Utang

Fakta vs Hoax

Saya setuju jika ada pejabat yang bilang utang Indonesia itu kecil dibanding utang Amerika atau Jepang. Benar sekali.

Masalahnya, my friend, coba kamu lihat data ini:

πŸ‘‰Tahun 2014, saat SBY lengser, utang Indonesia itu, Rp 2.600 trilyun

πŸ‘‰Tahun 2022 (September), masih 2 tahun lagi Jokowi lengser, utang Indonesia jadi Rp 7.420 trilyun.

Jadi, tidak usahlah repot-repot bahas utang negara lain. Ngapain? Fokus saja pada fakta. 

BAHWA ADALAH fakta, 6 presiden sebelumnya total utang cuma Rp 2.600 trilyun loh, sejak Indonesia merdeka, itu sudah termasuk utang dari Belanda, dari Soeharto, dll. Total hanya 2.600 trilyun.

Tapi Jokowi, baru berkuasa 8 tahun, utang sudah nambah Rp 4.800 trilyun. Nyaris jadi 3x lipatnya. Entah nanti 2024, bisa-bisa jadi Rp 8000-9000 trilyun

Itu teh fakta! Bukan hoax.

Perkara kamu mau bilang uangnya dipakai bangun tol, bansos, dll, silahkan. Perkara kamu mau klaim utang ini tidak dikorupsi, bansos2 tdk dikorup, kartu pra kerja tidak mubazir, dll silahkan. 

Tapi jangan muter-muter. Karena walau kamu mau muter sambil nungging, adalah fakta, Jokowi itu tukang ngutang. Nyaris semua proyek di negeri ini dibayarin oleh utang. Tidak ada usaha kreatif yg genius utk membiayai proyek-proyek ini. Sesimpel itu saja.

Nah, silahkan bantah jika posisi utang Rp 7.400 ini hoax. 

Dari 2.600 Triliun jadi 7.400 Triliun, bisa lihat tidak naiknya? 

Atau kamu pura-pura tutup mata?

Mari didik rakyat itu dengan fakta-fakta. Bukan sibuk mencari argumen, seolah utang ini kecil. 

Lagian, duuh, rakyat pendapatan per kapitanya cuma 50 juta setahun. 

Masa' kamu bandingkan dgn negara yg rakyat pendapatan per kapitanya 10-20x lipatnya.

Mari edukasi rakyat itu dgn fakta. Tukang ngutang kok mau ngaku sebaliknya.

(By Tere Liye)

*source: fb