Buzzer Pro Ganjar Terjebak Lubang Sendiri

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pernyataan Dosen Ilmu Komunikasi UI Ade Armando yang menyerukan agar umat Kristen bersatu untuk tidak memilih Anies Baswedan dipandang tidak saja merupakan ujaran SARA yang berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi juga membuat elektabilitas Ganjar Pranowo merosot karena dianggap tidak membutuhkan suara pemilih Muslim yang merupakan mayoritas di negeri ini.

Pengamat politik yang juga mantan staf pengajar Jurusan Filsafat UI Rocky Gerung menyatakan hal itu dalam podcast-nya bersama Jurnalis Senior Hersubeno Arif, Jumat, 5 November 2022, malam. 

Video yang berjudul “Buzzer Pro Ganjar Terjebak Lubang Sendiri, Anti-Politik Identitas tapi Masuk Politik SARA” berdurasi sekitar 21 menit itu sudah ditonton sebanyak 67.000, dan dikomentari oleh sekitar 1.000 orang yang sebagian besar menyetujui pendapat Rocky Gerung.

“Nampaknya, politik identitas akan digunakan terus oleh para pembenci Anies, tetapi mereka tidak sadar, itu berdampak buruk bagi keutuhan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara. Ada kesan mereka, Ade Armando dan para buzzer, ingin menghancurkan kesepakatan para pendiri negara bahwa negara  didirikan atas dasar persatuan dan bukan perpecahan,” kata Rocky.

Buruk bagi Ganjar

Kelakuan para buzzer itu sebenarnya buruk buat Ganjar. 

“Secara tidak sengaja Ade Armando menurunkan elektabilitas Ganjar. Nanti akan ada anggapan umum, bahwa Ganjar tidak memerlukan suara umat Islam. Ceruk pemilih Muslim  yang selama ini mendukung Ganjar dengan ucapan Ade Armardo itu, akan berpikir ulang. Sebab, Ganjar didukung sepenuhnya oleh pemilih Kristen. Ini bahaya bagi Ganjar, sebab pemilih total non-Muslim, termasuk Kristen hanya sekitar 12-15 persen. Andaikan semuanya mendukung Ganjar, dia tidak akan menang Pilpres karena pemilih yang Muslim itu sekitar 85-87 persen,” kata  Rocky.

"Itulah konyolnya Ade Armando. Ini membuktikan politik identitas hanya ditujukan kepada Anies dan pendukungnya, tetapi tidak berlaku untuk pendukung Capres yang lain." 

“Jika di balik logikanya, kalau begitu Ade Armando menginginkan Ganjar cuma dipilih oleh non-Muslim? Rusaklah elektabiltas Ganjar. Ade berarti secara tidak sadar ingin memecah-belah suara Ganjar,“ kata Rocky sambil tertawa.

Konyolnya Ade Armando lagi, kata Rocky, dia membuat kemungkinan bahwa Ganjar cuma dipilih oleh para pemilih sekuler, yang suaranya kecil sekali dan tidak akan memenangkan apapun. Ulah Ade itu mendorong Ganjar pada posisi sulit. Bisa batal dia jadi Capres atau kalau pun jadi tidak akan mungkin menang.

Ulah Ade itu juga membuat orang berpikir bahwa Ganjar memang memusuhi politik Islam. 

“Ini konyol dan kontra-produktif dan dungu. Tentu saja nanati akan ada klarifikasi dari Ade Armando  bahwa bukan itu maksudnya, tetapi pernyataan dia itu sudah viral dan opini masyarakat sudah terbentuk. Kita sih senang-senang saja, sebagai pengamat, tetapi kasihan Ganjar akibat dari ulah buzzer yang kurang akal itu dia berada dalam kesulitan,” kata Rocky sambil tertawa.

Konsekuensi lain dari pernyataan Ade Armando, lanjut Rocky, menyebabkan orang berpikir bahwa pendukung Ganjar sebagian besar bukan pemilih Muslim. Ini akan sangat bahaya bagi Gubernur Jawa Tengah tersebut. Pernyataan itu membuat orang menduga Ganjar didukung oleh rezim yang sekarang sedang berkuasa, non-Muslim, China dan Oligarki. 

“Kalau opini itu sudah terbentuk, maka Ganjar dalam bahaya. Suaranya akan tergerus,” kata Rocky.

SIMAK VIDEO RG: