Kamaruddin Simanjuntak (Pengacara Brigadir Joshua) Mengancam Akan Membeberkan Hal Rahasia (XXX) di Persidangan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kamaruddin Simanjuntak memberi ultimatum kepada Putri Candrawathi untuk berkata jujur. Apabila tidak mengungkap secara jujur, maka Kamaruddin tak segan-segan mengungkap semua kejahatan mereka.  

Kamaruddin mengaku geram dengan nota keberatan Ferdy Sambo yang menyebut Brigadir J melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi. 

Berdasarkan nota keberatan yang diungkap pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis, Yosua Hutabarat (Brigadir J) melecehkan Putri Candrawathi di dalam kamar pada 7 Juli 2022 di Magelang. 

Menurut pengacara Ferdy Sambo, Yosua Hutabarat menyelinap masuk melalui jendela kamar dan membuka paksa baju Putri. Putri tak sadar bahwa Yosua sudah berada di sampingnya. 

Putri yang sedang sakit tak berdaya untuk melawan. Bahkan, kata mereka, Yosua turut mengancam agar tidak memberitahu kepada Ferdy Sambo atau anak-anaknya bakal tewas. 

Aksi pelecehan itu kata pengacara Ferdy Sambo berhenti ketika ada langkah kaki yang terdengar. 

Menanggapi ini, Kamaruddin mengaku geram. Ia memastikan bahwa Putri Candrawathi sebagai otak pembunuhan Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022. Bahkan, Putri penuh dengan sandiwara.  

"Artinya Putri ikut merancang pembunuhan dan menyiapkan uangnya dan mengajari Sambo pakai sarung tangan. Dia membujuk ikut ke sana. Maka tiba di rumah Duren Tiga, Ferdy Sambo klarifikasi ke mendiang kau kurang ajar ke istri saya. Karena dia gak ngerti arti kurang ajar dianggap pembakangan. Tetapi dihabisi ditembak oleh Bharada E dan Ferdy Sambo dengan gaya teroris dan pengecut,"ujar Kamaruddin yang dikutip dari kanal YouTube TVOne, Selasa (18/10/2022). 

Kamaruddin juga menyebutkan bahwa Ferdy Sambo pengecut. Sebab, bila dalam hukum perang, bila ada yang mengangkat tangan dan menyerah, tidak boleh dibunuh, karena melanggar HAM.

Bahkan, Kamaruddin menyebut Ferdy Sambo banci kaleng.  

"Kalau orang sudah angkat tangan tak boleh ditembak ada hukum perang. Ini jenderal loh. banci kaleng itu," ujarnya. 

Kamaruddin juga mengatakan yang paling bersalah dalam kasus ini yakni Putri Candrawathi. Putri disebut penuh sandiwara yang memprovokasi Ferdy Sambo agar membunuh Yosua. 

Putri memprovokasi Ferdy Sambo karena hasratnya tak tersalurkan. 

"Seharusnya lebih dulu digantung (Putri). Karena hasratnya tak terpuaskan, lalu dia menuduh almarhum dengan memprovokasi Sambo. Makanya ditanya kurang ajar bagaimana. Ada dialog," ujarnya. 

Kamaruddin Tahu Kejahatan Ferdy Sambo dan Putri

Kamaruddin juga mengatakan mengetahui semua kejahatan Ferdy Sambo dan Putri. Ia menegaskan Putri dan Ferdy Sambo bukan orang yang baik-baik. 

Bahkan kata Kamaruddin, Ferdy Sambo dan Putri sering menggelar party atau pesta di sebuah tempat. Ia juga bakal mendatangkan perempuan-perempuan yang tersandera. 

"Masih rahasia yang belum saya kasih tahu. Ada banyak wanita lain yang tersandera,"

"Dia (Putri dan Ferdy Sambo) bukan orang suci. Mereka sudah biasa party dengan yang lain. Tempatnya dimana saya tahu. Saya bergaul dengan intelijen. Saya akan buka ini semua nanti," ujarnya. 

[VIDEO Pernyataan Kamaruddin]