Tere Liye: Berguna Bagi Bangsat dan Keparat

Berguna Bagi Bangsat dan Keparat

By Tere Liye*

Dulu, waktu sy masih sekolah, ada penataran P4. Pancasila. Lantas salah-satu pembicaranya heroik sekali mengutip quote terkenal itu; 'Jangan tanya apa yang telah diberikan negara untukmu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan untuk negara'.

Hari ini, sy tahu persis quote ini omong kosong.

Buruh2, pegawai2, karyawan2, dsbgnya, mereka dipotong pajaknya. Mereka harus membeli mahal barang yg sebenarnya dikeduk dan diproduksi di atas tanah milik mereka. Gaji mereka tdk boleh naik tinggi2. Tapi harga barang boleh naik setinggi2nya.

Sementara elit2 di negeri ini, mereka berbagi jabatan komisaris BUMN dgn tantiem puluhan milyar. Mereka kemana2 naik pesawat, hotel, dll dibayarin oleh negara. Bahkan seragam pun dibelikan oleh duit negara. 

Saat elit korupsi, mereka masuk penjara, lagi2 negara memberikan remisi, potong, diskon 50% lebih. Dan saat mereka mau menjabat lagi, negara kembali hadir, memberikan kesempatan. Rakyat? Mereka disuruh bikin SKCK.

Inilah negeri yang puluhan tahun, rakyatnya tidak dididik, diedukasi, agar cerdas dan berani. Dulu 98, lumayan berhasil melawan. Tapi setelah itu, mereka ditipu oleh pilpres langsung, pilkada langsung. Benar2 tertipu. Merasa itu pemimpin yg mereka pilih, tapi sejatinya pilihan telah dibatasi. Merasa memilih pemimpin merakyat, sejatinya lebih pro kepentingan elit saja.

Puluhan tahun rakyat memberi banyak sekali ke negara ini. Pertanyaannya, apakah mereka pernah menikmati sedikit saja kenikmatan yg dirasakan oleh elit?

Elit negara ini, saat perjalanan dinas, mereka bisa menginap di hotel yg toilet kamarnya saja, bisa lebih besar dibanding rumah rata2 rakyat jelata di negeri ini. Tantiem komisaris2 BUMN, bisa setara 2.000 bulan honorer dan gaji rakyat kecil. Dan rakyat harus beli mahal semua produk dari BUMN tsb.

Rakyat, mereka harus ikut test, seleksi, serba susah. Elit? Mereka bisa potong kompas, beres. Ehem, ngaku sajalah. Rakyat, merangkak mencari keadilan. Elit? Selalu ada yg bersedia membela mereka.

Sungguh, memang, jika kalian punya bayi, berhentilah mendoakan mereka, "Berguna bagi bangsa dan negara'. Lebih baik, doakan mereka agar 'berguna bagi dirinya saja sendiri'. 

*fb