Sosok Jendral Polisi Bintang 3, Dia Jendral Hebat Jaringan Hackernya Dunia, "Dinonaktifkan" Karena Bicara Konspirasi

[PORTAL-ISLAM.ID] Ramainya perbincangan tentang hacker Bjorka, netizen menyebut ada jenderal polisi bintang tiga yang sebenarnya dia jenderal hebat punya jaringan hacker dunia.

"Di BSSN pernah ada jendral polisi bintang 3, Trs dinonaktifkan karena bicara konspirasi. Itu jendral hebat jaringan hackernya dunia. Ampe skrg jendral itu, Akpol 88, nganggur (nonjob) atas perintah Istana. Pdhl masih dua-tiga tahun lg pensiun. #bjorkanism Bjorka," cuit Imam Nugroho di akun twitternya @ImamNugrohoHD, Senin (12/9/2022).

Netizen lalu menyebut sosok jenderal bintang tiga itu adalah Komjen Dharma Pongrekun.

"Bpk Jendral Dharma Pongrekuen, beda visi misi sama rezim sekarang pak makany ada kesalahan teknis wkwkwk," komen akun @staxy_boom.

Komjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, S.H., M.H. (lahir 12 Januari 1966) adalah seorang perwira tinggi Polri yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sejak 17 Juli 2019 sampai dengan 31 Oktober 2021. 

Pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Januari 1966 ini memiliki karier cemerlang di kepolisian.

Dharma tercatat sebagai lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1988.

Di Akpol, Dharma dikenal berprestasi dan disiplin.

Dharma Pongrekun juga pernah mencalonkan diri sebagai Calon Pimpinan KPK.

Dharma bersama 8 jenderal polisi lainnya termasuk Irjen Firli Bahuri.

Namun dalam perjalanannya Firli-lah yang dipilih DPR.

Nama Dharma Pongrekun mendadak jadi perbincangan di tengah pandemi corona usai videonya tentang sistem global mencuri perhatian netizen.

Pada Oktober 2020, video Komjen Dharma Pongrekun viral yang menyebut adanya agenda global di tengah pandemi Covid-19.

Penulis buku 'Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan' ini menuturkan fenomena yang sedang terjadi saat ini.

Yakni warga dunia digiring menuju pada pada satu sistem dunia yang dikendalikan oleh elite global.

One system for all, dan nanti kendalinya ada pada chip. Sebenarnya sudah ada, sedang dibuat tinggal pengumpulan data,”

“Kita nggak perlu bawa apa-apa, semua identitas ada di sini (chip). Data medical record, pasport ada di sini,” jelasnya.

Ini bukan kali pertama Komjen Dharma bicara soal konspirasi global.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19 yakni September 2019 dalam video di youtube Dharma juga sudah mengingatkan tentang agenda globalis ini.

"Sekarang telah terjadi gerakan globalisasi yang mana tak hanya menghancurkan Indonesia tapi seluruh dunia, catat itu," katanya.

Dharma menyebut elite global bekerja secara struktur, sistematis dan massif.

"Mereka bekerja secara halus sehingga kita terhipnotis," katanya.