MUHAMMADIYAH DISUSUPI SYIAH???

YANG SUDAH TERJADI, SEBAGAI PELAJARAN BERHARGA UNTUK KE DEPANNYA NANTI

Oleh: Abu Sumayyah

Bismillaah wal hamdulillaah laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah. Setelah saya menuliskan coretan berjudul "Akankah Muhammadiyah Menjadi Sasaran Berikutnya?" di link berikut, 


Beberapa hari kemudian salah satu teman yang menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu amal usaha perserikatan mengirimkan pesan WA bahwa coretan tersebut telah di share di salah satu grup forum Muhammadiyah. "Itu (dishare) di group forum komunikasi KBIH Muh Jateng, berarti semua Muh sejateng sudah baca. Biar Muh juga hati-hati... ", tulisnya. 

Kemudian saya lihat setidaknya ada 3 situs online yang memuat tulisan tersebut. Alhamdulillah, saya ucapkan jazaakumullaahu khairan

Beberapa hari setelahnya terdengar bahwa akan diadakan seminar di Yogyakarta dengan menghadirkan tokoh muda Syiah, yang telah saya singgung di tulisan sebelumnya, yakni Husein Ja'far. Alhamdulillah dengan izin Allah Ta'ala, acara tersebut akhirnya gagal diadakan, setelah pihak KOKAM setempat melakukan silaturahim dan memberikan bayan kepada panitia penyelenggara. Alhamdulillah senang mendengarnya... 

Namun, lagi-lagi... Husein Ja'far seorang Syi'ah tulen ini diundang lagi dalam acara Sarasehan Pra-Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Universitas Muhammadiyah Malang. Kali ini, acara berjalan hingga selesai. Bahkan dengan bangganya, pihak Universitas menukil perkataannya di laman facebooknya. Tentu hal itu terasa menyakitkan... 

Hingga akhirnya pihak Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Malang pun berusaha memberikan pernyataan sikap atas terselenggaranya acara tersebut dan himbauan kepada panitia penyelenggara. Alhamdulillah... 

Mungkin sebagian orang tidak percaya kalau Ja'far Husein adalah seorang yang berpaham Syiah. Karena dakwahnya dinilai mudah diterima, dianggap santun dalam berbicara, tidak ada hinaan kepada istri dan para sahabat Nabi, seolah tidak mengajak kepada ajaran Syiah dan lain sebagainya.

Namun jika kita melihat jejak digital sebelumnya, maka kita melihat bahwa dirinya berupaya mengajak agar masyarakat bersikap loyal kepada Syi'ah. Minimal tidak menganggap Syi'ah sesat. Dan kemungkinan setelah sebagian kaum muslimin yang memahami paham sesat Syi'ah dan trik dakwah Syi'ah mengetahui arah dakwahnya, dia tak lagi memposting hal-hal yang berbau Syiah. 

Selain itu, dia adalah lulusan YAPI Bangil yang konon dianggap sebagai pesantren Syiah terbesar di Asia Tenggara. Hal itu dibenarkan oleh Habib Noval Assegaf dalam akun twitter nya, "Bukan asumsi. Dia memang penganut ajaran Syiah dan lulusan sekolah Syiah."

Semoga apa yang sudah terjadi sebagai pelajaran berharga untuk ke depannya nanti. Hingga tidak terulang lagi pada moment-moment selainnya. Kita yakin bahwa di Perserikatan Muhammadiyah sendiri masih ada tokoh-tokoh muda yang berkualitas, yang lebih santun, berilmu dan berwawasan luas yang bisa berbagi ilmu dan wawasan untuk kemajuan perserikatan secara khusus, dan Islam secara umum. 

Semoga Allah Ta'ala merahmati Prof. Dr. Yunahar Ilyas Lc. MA, beliau pernah bilang, "Selama saya masih hidup, insyaAllah Muhammadiyah tidak akan bekerjasama dengan paham Syi'ah."

Semoga Perserikatan Muhammadiyah semakin jaya dan bisa bermanfaat untuk Islam dan kaum muslimin. Semoga warga Muhammadiyah pada khususnya, dan kaum muslimin pada umumnya dijauhkan dari paham sesat dan orang-orang yang menyimpang dari tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Yaa Allah, perlihatkanlah kepada kami bahwa yang haq itu adalah haq, dan berikanlah kekuatan kepada kami untuk mengikutinya. Dan perlihatkanlah kepada kami bahwa yang batil itu adalah batil, dan berikanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya.

Nasrun minallaahi wa fathun qariib. Wallaahu Ta'ala a'lam bish-shawwaab.

07/09/22