LOH PIYE TOH...??!! Kementerian ESDM Perintahkan Vivo Segera Naikkan Harga BBM

(Catatan: Kardono Ano Setyorakhmadi)

Kementerian ESDM malah meminta Vivo menaikkan harga BBM. Ini logika gimana, sih? 

Sebagaimana yang kita tahu, harga bensin beroktan 89 mereka, yakni Revvo, semalam dibanderol Rp 8.900. Bandingkan dengan Pertalite yang beroktan 90 yang dibanderol Rp 10 ribu. Bedanya, Revvo adalah produk swasta yang menjual dengan harga keekonomisan, sementara Pertalite adalah harga subsidi dengan harga keekonomisan katanya sebesar Rp 14 ribuan.

Oya, para analis energi mungkin bisa menjawabnya dengan macam-macam, mulai dari jenis minyaknya, pengolahan dan distribusinya, dsb. Tapi apa pun itu, tetap menunjukkan seberapa jauh efisiensi yang mereka lakukan.

Lagipula, kalaupun emang kalah murah, kenapa juga harus memaksa swasta menaikkan harga?

Toh malah membantu Pertamina sendiri sebenarnya. Masyarakat pada beli ke Vivo, dan otomatis subsidi pemerintah jadi berkurang. Kan harusnya senang pemerintah yang katanya subsidi jadi beban. Lah ini kok malah pihak swasta minta harga BBM dinaikkan?

Oya, soal subsidi salah sasaran, nih ada jawaban tweet yang mewakili perasaan kita semua.

👇👇👇