DULU... "Sudahlah. Kerja saja masing2. Ngapain sih sibuk ngurus pemerintah." SEKARANG... baru kerasa setelah kena dampaknya

Pak Taufik adalah pekerja kantoran. Posisinya lumayan oke, manajer. Gaji 15 juta. Anak dua, istri satu. Punya rumah, masih nyicil 10 tahun lagi, punya mobil, juga masih nyicil dua tahun lagi.

Pak Taufik adalah pekerja keras. Dia fokus menghidupi keluarganya. Maka, setiap ada teman kantor, teman kuliah, juga tetangga bahas soal pemerintah, dia malas menanggapinya. "Sudahlah. Kerja saja masing2. Ngapain sih sibuk ngurus pemerintah."

Tentu saja hidup Pak Taufik sejauh ini baik2 saja. Karirnya naik, gajinya juga terus naik dari perusahaan. Melebihi inflasi naiknya.

Hanya saja, dunia mulai berjalan tdk seperti yg Pak Taufik harapkan. Satu, pandemi terjadi. Okelah, Pak Taufik tetap bisa kerja online, gaji tetap lancar. Tapi sst, tiga tahun terakhir gaji tdk naik. Dan karirnya 'mentok' di manajer, perusahaan belum bisa ekspansi dll.

Dua, pandemi mulai terkendali, eh, ada masalah baru, harga2 menggila. Naik tdk terkendali. BBM naik, listrik naik, harga pangan, kebutuhan pokok naik, termasuk SPP anak2 juga naik.

Pak Taufik mulai harus berhitung sekarang. Apa yg harus dikurangi. Apa yang harus dihapus dari gaya hidup keluarga mereka selama ini. Selama ini, BBM hanya 1 juta sebulan, sekarang jadi 1,5 juta. Listrik, belanja bulanan, dll jelas naik.

Dan itu belum berakhir. Suku bunga BI naik. Itu artinya apa? Ingat, Pak Taufik punya cicilan rumah dan mobil. Wah, hanya soal waktu cicilan dia akan naik. Karena rumusnya sederhana. Saat suku bunga BI turun, itu bunga kreditan tidak turun. Tapi saat suku bunga BI naik, wah, naiknya cepat sekali.

Minggu2 ini, Pak Taufik mulai sering membaca tulisan Tere Liye. Dia dulu yg kesal lihat Tere Liye, mulai mikir. Kehidupan keluarganya mulai sulit. Tapi itu koruptor, dapat remisi. Elit2 politik di atas sibuk dgn proyek2 baru. Gaji dan tantiem direksi/komisaris BUMN ditotalkan semua bisa trilyunan.

Pak Taufik mulai klik like tulisan2 Tere Liye.

Itulah kisah Pak Taufik. Gaji 15 juta per bulan. Kamu? Ojo dibandingke.

"Sudahlah. Kerja saja masing2. Ngapain sih sibuk ngurus pemerintah."

(By Tere Liye)

*fb