Dibalik Motif Pembunuhan

Dibalik Motif Pembunuhan

Oleh: Erizeli Jely Bandaro*

Beberapa tahun lalu. Di Zuhai, China. Dini hari, driver taksi menemukan seorang wanita terkapar di jalanan. Wajahnya penuh darah. Sepertinya dia disiksa dengan menyilet bibirnya dan wajahnya. Hanya 10 menit setelah petugas UGD mengabarkan ada wanita korban kekerasan, polisi sudah datang. Ketika melihat bentuk luka, naluri petugas beraksi. Petugas menempatkan satu regu polisi berjaga.

Dua jam di ruang operasi. Wanita itu akhirnya meninggal sebelum memberikan informasi siapa yang menganiayanya. Walau ID card tidak ada. Namun China sudah punya bank data wajah. Cepat sekali diketahui bahwa wanita itu bernama Chen Wei. Langkap dengan alamat dan tempat kelahirannya. Polisi juga tahu data belanja dia terakhir dari debit card yang dia bayar bill cafe and Bar.

Polisi segera datangi Cafe and Bar itu. Dari CCTV cafe itu diketahui, wanita itu keluar bersama seorang pria. Polisi scan wajah pria yang ada di CCTV. Di ketahui namanya Chua. Pengusaha besar dan juga kader partai. Hanya 3 jam sejak Polisi datang ke Rumah sakit, pihak yang dicurigai sudah diketahui. Saat itu juga polisi jemput Chua di rumahnya. Polisi hubungi Petugas partai. Di China kader partai yang berurusan dengan hukum akan ditangani petugas Disiplin Partai. Petugas partai sudah ada di kantor polisi.

Walau Chua sudah atur dengan merusak recorder CCTV di TKP namun di hadapan Polisi, Chua tidak bisa mengelak. Karena diperlihatkan rekaman satelit dan CCTV sejak keluar dari cafe sampai wanita itu terlempar dari kendaraan. Maklum walau CCTV dirusak data digital tidak bisa hilang. Chua dipenjara. Namun proses penyidikan tidak berhenti sampai terbukti dia sebagai pembunuh.

“Apabila seorang pejabat partai sampai membunuh wanita yang stratanya jauh lebih rendah, masalah tidak sesederhana sekedar membunuh. Dia juga tidak terlalu bodoh untuk sekedar membunuh karena alasan emosional.“ Kata teman saya yang menceritakan kasus ini. Dari kasus ini, investigasi meluas soal motif.

Ternyata motifnya adalah pencucian uang. Pejabat partai itu juga adalah pemilik perusahaan sekuritas. Dia menjadi penampung uang haram hasil korupsi. Dan wanita itu salah satu agentnya yang bertugas sebagai proxy asset para koruptor. Dari kematian Chen Wei itu, ada 100 wanita yang ditangkap. Kepala Polisi ditangkap. Kepala pengawas OJK daerah juga ditangkap. Ada ratusan pejabat tingkat wilayah ditangkap. Semua mereka dihukum mati.

Bagaimana sampai petugas mencurigai kasus yang lebih besar dan akhirnya dimulai investigasi korupsi? tanya saya. Dari cara pembunuhan wanita itu, itu sudah indikasi kuat bahwa wanita itu terbunuh dengan motif mafia. Ciri khas mafia itu, kalau dia membunuh selalu dengan sadis. Itu penting sebagai cara menimbulkan efek jera bagi pihak lain yang mau atau berniat berkhianat.

(Sumber: fb)