Blunder Eko Kuntadhi Menggerus Peluang Ganjar di Pilpres 2024

Blunder Eko Kuntadhi Menggerus Peluang Ganjar di Pilpres 2024

Oleh: Wendra Setiawan

Sebelum kasus pelecehan yang dilakukan Eko Kuntadhi terhadap seorang ustazah NU beberapa hari yang lalu, peluang Ganjar Pranowo untuk maju sebagai Capres/Cawapres sangat terbuka lebar. Walaupun tidak didukung PDIP, elektabilitas GP yang lumayan tinggi di berbagai survei cukup untuk membuat parpol-parpol besar seperti Golkar, PKB, PAN, PPP, dan NasDem, tertarik meminangnya, baik untuk dijadikan Capres atau sekedar Cawapres.

Tapi blunder yang dilakukan Eko Kuntadhi fatal sekali. Sefatal blunder yang dilakukan PC (istri Sambo), yang membuat kerajaan kecilnya hancur berantakan.

Gara-gara pelecehan itu, publik jadi mengerti siapa sebenarnya orang-orang di belakang GP. Dukungan dari Nahdliyin sebagai supporter terbesar GP, tergerus cukup signifikan dan otomatis menurunkan elektabilitas GP.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Ditinggal partainya sendiri yang lebih memilih mendukung putri mahkota, lalu ditusuk dari belakang secara tidak sengaja oleh buzzer andalan.

Sangat dimaklumi jika PDIP habis-habisan mendukung Puan. Masak dua kali jadi peraih suara tertinggi di dua Pemilu, dua kali pula hanya bisa memajukan petugas partai sebagai Capres? Apalagi usia Megawati sudah semakin sepuh. Mungkin Pilpres 2024 menjadi Pilpres terakhir yang beliau ikuti sebagai pemenang Pemilu. Dan mungkin juga periode ini menjadi periode terakhir beliau menjadi Ketum PDIP.

Untuk itulah, Puan harus didukung habis-habisan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan Puan, siapa lagi?

Pokoknya Puan harga mati! Bodo amat dengan elektabilitas GP. Majupun GP belum tentu menang. Sangat mudah menghabisinya saat debat atau saat kampanye.

Sama-sama belum pasti menang, ngapain mendukung petugas partai?

Dukungan Pak Jokowi kepada GP tidak banyak membantu. Masalah keuangan dan krisis energi yang dialami pemerintah akhir-akhir ini yang memaksa pemerintah mencabut berbagai subsidi, membuat publik yang masih waras khawatir di bawah GP status quo dan berbagai permasalahannnya akan berlanjut.

Sudah jatuh, tertimpa tangga, ketiban karung semen Wadas pula.

Apakah peluang GP habis?

Tentu tidak. Peluang itu tetap ada, tapi kecil sekali. 

Kan masih ada PSI.

Wkwkwkw 😂😁

(fb)