Balas Dendam Hacker Bjorka

BJORKA. Saya dari kemarin tertarik menulis tentang kawan kita ini. Tapi jujur saya masih sangat awam dengan dunia "Hacker". 

Jadi saya akan kupas dari sisi ala Tirik Yaluk ajalah. Maksudnya dari yang ringan-ringan saja.

Jadi si Yorka (pakai lidah Indonesia) ini mengaku dari Polandia. 

Negara Polandia sendiri berada di Eropa Timur. Berbatasan dengan Jerman, Ukraina, Rusia dan beberapa Negara lainnya.

Dulunya Polandia adalah Negara Komunis. Makanya tidak heran kalau di Negara ini konon banyak pelarian eks Tokoh Komunis dari Negara kita.

Dari yang saya baca di Media, konon si Bjorka membuka "aib" banyak Petinggi Negeri kita dengan alasan "membalaskan dendam" salah satu kenalannya Pelarian dari Indonesia yang tidak bisa pulang lagi di Polandia. 

Bisa saja benar dan bisa juga salah.

Bagi saya ada yang cukup menarik. Polandia itu Bendera dan Lambangnya hampir mirip dengan negara kita.

Bendera Polandia adalah Putih-Merah. Kebalikan dari Merah-Putih. Lambangnya juga mirip Garuda Pancasila. Bedanya Garuda Pancasila dimata saya begitu perkasa, sedangkan elangnya Polandia mirip Lucinta Luna. Maksud saya kurang jelas kelaminnya. Mirip jantan tapi juga mirip betina.

Kembali ke si Bejok, eh si Bjork. 

Banyak Pejabat di Negara kita yang data-datanya dibocorkan si Yorka. Mulai dari Pak Jokowi, Johnny Plate, Anies Baswedan, Erick Thohir, Luhut sampai Tito .

Paling menarik adalah klaim dari si Bjork yang mengatakan Sambo adalah "orangnya" Tito. Entah kenapa klaim yang ini saya sependapat.

Begitu juga dengan sindiran si Bjork kepada si Denny Siregar. Makan dari Pajak Rakyat tapi kerjanya memecah-belah rakyat Indonesia.

Cuma dari dua alasan ini, saya malah semakin yakin, kalau si Bjork ini asline bernama Bejo. 

Dia mengaku-ngaku dari Polandia karena tujuannya menyindir Bangsa Indonesia yang seperti Bendera Polandia terbolak-balik. 

Maling dan Koruptor dilindungi, sedangkan rakyat dan Ulama dikriminalisasi. Aparat jadi Penjahat sedangkan Penguasa jadi Pengusaha. Berbisnis dengan rakyatnya.

Ya kira-kira begitulah analisa saya.

(Azwar Siregar)