Badut Istana

Badut Istana

Ketika awal memakai mahkota
Badut Istana dengan jumawa berkata
Uangnya ada. Uangnya ada.
Sekarang dia juga yang berkata
Uangnya darimana.
Gk ada dana buat subsidi rakyat jelata.

Dasar badut.
Lucu nggak.
Menyebalkan iya...

Kalau memang tidak ada uang dan dana.
Lalu buat apa tetap memaksa bikin Istana kedua??
Kalau tidak ada uang lalu buat apa bayar banyak ponggawa tiada guna.

Janjinya kabinet langsing.
Jadinya kabinet bergelambir.
Janjinya stop utang.
Jadinya candu sama utang.

Dasar badut.
Lucu nggak.
Nyusahin iya... 

Kalau gk punya dana
Kenapa maksa harus ada Kereta Kencana Cepat istimewa.
Buat siapa?
Rakyat jelata?
Atau buat kanca kanca Istana yg satu warna?
Kalau gk punya uang kenapa nambah beban negara?

Dasar badut.
Lucu nggak
Bego iyah...

Membandingkan harga minyak tanah dengan negara negara antah barantah.
Katanya disana lebih mahal.
Badut badut sengaja menutup mata berapa penghasilan rakyat disana.
Berapa Upah keringat mereka.
Sementara di negara dimana badut berkuasa.
Upah gk beranjak.
Tapi harga harga merangkak.

Dasar badut.
Lucu nggak.
Menyengsarakan iya... 

Kawan kawan wadya balad badut yg awalnya bercucuran air mata saat ada kenaikan harga.
Sekarang sok bijaksana
Padahal dulunya sekali saja ada kenaikan harga
Mereka murka.
Bahkan kerap dengan angkara.
Sekarang mereka diam dalam kekuasaan.
Mereka betah menyaksikan kesengsaraan.
Buat bahan kampanye pemelihan tahun tahun kedepan.

Dasar Banteng 
Pinter nggak.
Dungu iyah...

(By Danke Soe Priatna)