Akhirnya Jokower menyesal.. tapi telat: "Nyesel pilih pakde @jokowi Wkwk BBM naek mulu. Bangsat. Nyesel pilih 2x"

Pendukung Jokowi akhirnya kena dampak kenaikan harga BBM yang dilakukan sang idolanya.

"Nyesel pilih pakde @jokowi Wkwk bbm naek mulu. Bangsat" 

"Makasih pak, moga semua perbuatan bapak siap buat dipertanggungjawabkan. Nyesel pilih 2x sat sat (bangsat bangsat -red)."

***

Ini tulisan Tere Liye terkait nasib pendukung Jokowi setelah BBM naik...

Ojo dibandingke

Pak Agus ini karyawan sebuah perusahaan swasta. Gajinya lumayan. 10 juta sebulan. Anak 2. Dia adalah fans sejati pemerintahan. Setiap ada kumpul2 tetangga, dia selalu semangat membela pemerintahan.

Setiap ada jalan kaki pagi, dia paling semangat membahasnya, memuja-muji. Apalagi di akun medsosnya. Lebih sering lagi dia posting berita2 peresmian tol, repost, share, berita2 ttg pejabat.

Jika ada tetangga yg sedikit saja mengkritik pemerintah, dia akan menyela, "Itu bukan salah pemerintah, Pak. Kitalah yg seharusnya lebih giat bekerja, agar bisa mendukung pemerintah."

Pak Agus memang hidup baik2 saja. Dia berkecukupan. Sejak kerja, gajinya terus naik, skrg gaji 10 juta. Dia bisa nyicil rumah sederhana. Dan bisa beli mobil LCGC. Bagi dia, sejak 2014, inilah pemerintahan terbaik yg pernah dia punya.

Hingga tiga tahun terakhir, hidupnya mulai terasa berat. Satu, gaji di kantornya hanya naik 1-2% dua tahun terakhir. Manajemen memutuskan, menyesuaikan gaji sesuai kenaikan UMP/UMK. Lupakan tahun2 lalu, yg gaji bisa naik 10-15%, sekarang naiknya sedikit sekali.

Sementara, harga2 terus naik. Anak2nya tambah besar, SPP sekolah naik, beras, gula, garam, telur, minyak goreng dll. Termasuk listrik, dkk. Dan ingat, gajinya tidak naik.

Dan sekarang, BBM ikut naik. Pak Agus hari ini mulai harus menyaksikan jika selama ini isi BBM 100 ribu lumayan, sekarang dia harus isi 150rb. Istrinya mengeluh barang2 di pasar naik. Anaknya minta belikan buku baru Tere Liye, eh naik juga harga bukunya.

Pak Agus mulai cemas. Hidupnya tdk baik2 saja. Jika gajinya terus stuck segitu, hanya soal waktu dia harus mencari sampingan agar standar hidupnya tetap terjaga. Pendapatan tdk tumbuh, harga2 naik, maka dia harus mulai mengorbankan satu-dua hal. Mengurangi makan2 di luar bareng keluarga, dll.

Pagi ini, Pak Agus mulai mengeluh saat bertemu tetangga. Khawatir UMP/UMK 2022 hanya naik dibawah inflasi. Lantas apa kata tetangganya, "Itu bukan salah pemerintah, Pak Agus. Kitalah yg seharusnya lebih giat bekerja, agar bisa mendukung pemerintah."

Demikianlah kisah Pak Agus. Btw, jangan dibandingkan dgn hidupmu.

(By Tere Liye)

*fb