Timothy Weeks, Akademisi Australia yang dulu menjadi tahanan Taliban dan menjadi Mualaf, kini kembali ke Afghanistan mendukung Taliban

[PORTAL-ISLAM.ID] KABUL -  Timothy Weeks, seorang akademisi asal Australia yang dulu menjadi tahanan Taliban, dia mengatakan saat dipenjara dia bertemu dengan manusia yang punya perilaku dan moral yang bermartabat tinggi (Para Mujahidin). Dengan hal itu dia memutuskan untuk memeluk Islam dengan nama Jibrail Umar. 

Hari ini Timoty Weeks kembali ke Afghanistan dengan suasana yang berbeda, dia bertemu dengan yang dulu menawannya (Taliban) yang kini sudah berkuasa di Afghanistan.

Timothy Weeks kembali ke Afghanistan untuk "merayakan" satu tahun Taliban berkuasa.

Dia memuji pemerintah Taliban (Imarat Islam Afghanistan).

Pada tahun 2016, Timothy Weeks adalah seorang guru di Universitas Amerika di Kabul ketika dia, bersama dengan rekannya dari AS Kevin King, diculik dengan todongan senjata dan disandera selama tiga tahun.

Saat dikurung, Taliban merilis video para tawanan, menunjukkan mereka pucat dan kurus.

Dalam salah satu video, Weeks memohon kepada Perdana Menteri Australia saat itu Malcolm Turnbull untuk merundingkan pembebasannya.

Kesepakatan pertukaran tahanan dibuat pada 2019 yang membuat kedua pria itu dibebaskan dengan imbalan tiga tahanan Taliban, termasuk Anas Haqqani, yang saat ini menjadi komandan tinggi Taliban.

Setelah dibebaskan, guru Australia itu masuk Islam dan sebelumnya memuji kerja Taliban.

Mendarat di Kabul beberapa hari yang lalu, Weeks kembali menegaskan dukungannya untuk Taliban.

"Saya dulu datang ke sini dengan mimpi untuk belajar tentang Afghanistan dan sekarang saya datang lagi untuk menyelesaikan perjalanan saya, ini adalah bagian kedua dari perjalanan saya," katanya.

"Saya juga datang untuk merayakan peringatan satu tahun pemerintah Imarah Islam Afghanistan, yang saya dukung."

Dia disambut oleh anggota Taliban, yang berdiri di sampingnya saat dia menjelaskan bahwa dia kembali ke negara itu untuk melanjutkan studi Islamnya.

Mr Weeks bertemu dengan pemimpin Taliban Anas Haqqani, salah satu pria yang dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan 2019.

[VIDEO]