Stop Tunggangi Isu Jilbab di Bantul, Ini Hasil Percakapan dengan Ayah Siswi

Stop Tunggangi Isu Jilbab di Bantul

Oleh: Kang Irvan Noviandana

Berikut ini adalah percakapan saya dengan ayah dari siswi SMAN di Bantul (SMAN 1 Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta).

Ada dua pertanyaan utama yang saya sampaikan kepada ayah siswi tersebut (Daniel Yuwantoro).

Pertanyaan pertama, Apakah Ananda diminta pindah sekolah oleh pihak sekolah atau keinginan ananda?

"Kalau ini memang pertimbangan banyak pihak, baik dari asesmen KPAID, psikolog, kenyamanan anak sendiri."

Jawaban ini mengklarifikasi pemberitaan di media yang mengutip pernyataan dari Gubernur DIY siswi tersebut disuruh pindah.

Pertanyaan kedua, terkait bukti CCTV yang memperlihatkan siswi dengan beberapa guru memakaikan jilbab. Setelah tanggal 20 apa ananda kemudian jadi pakai jilbab? atau tidak diperbolehkan untuk belajar?

"Masih bertahan sekolah dg tidak mengenakan jilbab, dan kmdian puncak kejadian tgl 26 itu."

Jawaban ini membuktikan bahwa setelah tanggal 20 seperti yang terekam pada CCTV, siswi tersebut bertahan sekolah dengan tidak menggunakan jilbab. 

Artinya tidak ada yang terpaksa dan memaksa menggunakan jilbab, siswi tersebut tetap bertahan sekolah tanpa menggunakan jilbab sampai puncaknya tanggal 26 pada pelajaran Kimia siswi tersebut berdiam diri di toilet.

Dari pihak orangtuanya juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang menunggangi kasus ini, yang seharusnya diselesaikan secara personal melihat kondisi mental anaknya sendiri, bukan dengan menggiring opini hingga mengorbankan semua pihak yang terkait, baik itu pihak sekolah dan tentunya siswi tersebut.

Ini sebagai pelajaran kepada siapa saja bahwa persolan anda yang berkaitan dengan isu agama sangat rentan dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok orang untuk mengkampanyekan gerakan liberalisasi di sekolah tanpa peduli kondisi anda sendiri. Yang babak belur anda dan anak anda, dijadikan tameng kampanye kelompok islamphobia dan kepentingan media.

Saya juga sangat menyayangkan sikap para pejabat termasuk Gubernur DIY yang begitu cepat dalam mengambil kebijakan terkait kasus jilbab ini. 

(fb)