PESULAP MERAH, SANG WALI UTUSAN TUHAN?

SANG UTUSAN TUHAN

Oleh: Prof. Dr. Moeflich Hasbullah (Pakar Sejarah Islam, Dosen UIN Bandung)

Setelah menyedot perhatian saya dan saya sudah menyimak puluhan videonya, saya berasumsi, Haris alias Marcel Radhival, anak muda ganteng usia 27 tahun, dengan Ilmu Merahnya adalah wali utusan Tuhan yang diutus untuk memberantas perdukunan dan fenomena kesyirikan di abad modern di Indonesia bukan dengan nasehat dan ceramah agama tapi dengan ilmu merahnya yang ciri utama dan kelebihannya adalah harus pembuktian.

Apa dasarnya saya berasumsi dia utusan Tuhan? Apa saya tidak berlebihan? Silahkan renungkan ini:

Pertama, inti yang diusungnya yang dia bilang "edukasi bagi rakyat Indonesia dari kebodohan" adalah pemurnian tauhid. Marcel tampaknya sudah diberi hidayah ilmu oleh Allah yang sangat kuat kemudian ditugaskan untuk memberantas perdukunan dan kemusyrikan. Kemampuan yang tidak dimiliki atau tidak mampu dilakukan oleh para ulama yang melakukan amar makruf nahi munkar pada perdukunan.

Pada Marcel, Allah membekali metode yang berbeda, yang konkret, yang pembuktian langsung. Perdukunan dan persihiran itu dunia ilmu magic, ilmu hitam dan dunia ghaib yang tidak main-main dan Marcel tidak ada keraguan dan ketakutan sedikitpun. Enteng saja, sangat merendahkan perdukunan dan yakin.

Kedua, dari semua penjelasannya, pengetahuannya, sikap dan pendiriannya, tak ada keraguan sedikit pun usahanya untuk memberantas perdukunan yang kata Bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya "Judi": "Perdukunan ramai menyesatkaan ... Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam!"

Ketiga, ini modal yang menjadi ciri orang yang ilmunya tamat, bekal para Nabi dan para wali, yaitu PD-nya alias percaya dirinya 100%, bulat tanpa keraguan. Bahasa dan komunikasinya juga enak didengarkan, populer tapi sangat argumentatif dan spiritual. Itu ciri orang yang sudah menemukan kebenaran atau ciri utusan Tuhan, karena dengan Tuhan itu tak main-main, tak ada keraguan, yakin bulat dan iman mutlak 100%, "lā rayba fīhi."

Wallahu a'lam.

Baca juga :