MOTIF SAMBO

MOTIF

Oleh: Kardono Ano Setyorakhmadi

SEHARIAN ini, saya menerima japri dari sejumlah kerabat dan teman. Semuanya sama: bertanya motifnya apa? Belum lagi di twitter, banyak yg mencuit mencuit seperti ini: “seharian kemarin Polri sudah membuka semuanya, kecuali motif”.

Terus terang, saya agak menghindari bicara motif. Apalagi, soal motif ini benarnya sangat jelas. Sangat personal. Karena apa? yang pertama, di Indonesia motif tak harus dibuktikan sepanjang peristiwa pembunuhannya diungkap. Yang kedua, mengetahui motif itu sebenarnya juga hanya penasaran saja, alias kepo.

Saya sebenarnya juga sudah bicara motif di postingan sebelumnya, dan sudah ada beberapa petunjuk di sana sebenarnya.

Tapi, baiklah, mari diulas sedikit, dan bagi yang berharap saya langsung menyebut motifnya apa, sebaiknya skip saja. 

Ini sejumlah petunjuk:

1. Motifnya personal. Fakta: sejak dari awal, ketika hendak berupaya menutupi jejak, Irjen FS berkali-kali mengingatkan ke Karo Penmas bahwa dasarnya terjadi “pelecehan”. Diulang-ulang. Meski ada resiko hal ini bisa menjadi blunder bagi dirinya, FS tetap ngotot memasukkan pelecehan ke istrinya. Ini menunjukkan sesuatu yang sangat personal berkaitan dengan J. Jadi yg terbaca: FS sangat ingin menghabisi J.

2. Hilangkan pikiran tentang teori konspirasi dan semacamnya. Mulai perang bintang, atau soal perebutan kapital ekonomi, dsb. Karena semuanya tak bersesuaiam dengan fakta hukum yang ada.

3. Menteri Mahfud sudah menyebut bahwa motifnya “sangat sensitif dan hanya layak diketahui orang dewasa.” Nah, kurang jelas apalagi. Terutama di Indonesia, hal paling mematikan dan menghancurkan jabatan adalah skandal. Melebihi korupsi dan narkoba. Anda bisa masuk politik lagi, meski anda baru saja menghiruo udara bebas setelah jadi napi korupsi. Society masih bisa welcome to you. Tapi skandal? Selamanya kartu politik anda tertutup

4. Banyak bertebaran potongan klip di medsos, terutama soal brigadir J ultah. Sangat jelas sekali, menurut saya.

5. Oya satu lagi, apapun pemicunya, yang pasti peristiwanya terjadi di Magelang, dan yang membuat rombongan bu PC mempercepat kepulangan ke Jakarta

Nah, apakah mabes akan mengeluarkan pernyataan terkait motif, kemungkinan hanya sebatas terkait perkara pelecehan. Yang itu jelas tak bisa dilanjutkan. Karena ya tak bisa dibuktikan, dan yang dilaporkan sudah meninggal. 

Apalagi, kalau disebut gamblang, hanya akan membuat lebih malu beberapa pihak, dan tak begitu membantu pengembangan kasusnya. Terutama yg perusakan barang bukti.

Jadi, apalagi yang dipenasarankan soal motif?

(*)