Mimpi Sambo 2 Tahun Lagi Jadi Kapolri

Di kemacetan Jakarta sore kemarin saya mikir, betapa kalau Allah SWT berkehendak itu semua yang tidak mungkin menjadi sangat mudah bagi Allah SWT.

Bayangkan Sambo saat meminta Bharada E menembaki Brigadir J, kemudian ia sendiri menembaki dinding, lalu mengeksekusi terakhir Brigadir J hingga tewas bersimbah darah, dia sangat yakin bisa mengatur semua, bahwa yang terjadi dalam rakayasa nanti adalah aksi tembak-tembakan.

Dia sangat yakin masyarakat akan percaya dan persoalan selesai! Brigadir J akan dikubur dengan status polisi clamitan berani gerayangin istri Jenderal. Dan dia (Sambo) akan hidup normal lagi sebagai Kadiv Propam kemudian dua tahun lagi jadi Kapolri, dan masyarakat akan bersimpati karena dia suami yang teraniaya atau terkhianati oleh anak buahnya.

Sambo membayangkan (mungkin karena selama bertugas di Kepolisian sering merekayasa kasus) bahwa semua bisa diatur, apalagi dia punya amunisi (duit) banyak bangett. Tak heran bila sekitar 100 oknum polisi dari jabatan terbawah sampai atas bisa diatur oleh Sambo utk  memperkuat skenerio yg dibuatnya.

Bahkan Bharada E diiming-imingi SP3 (penghentian kasus) plus uang miliaran, termasuk Brigadir Rizky dan satu-satunya orang sipil, M Kuat. Tapi ngomong2 itu Brigadir Rizky dan M Kuat kok nggak diungkap perannya dalam pembunuhan Brigadir J ya? Parahal dia ditawari hadiah sama Sambo juga lho.

Sambo dan oknum para polisi memang selama ini dengan mudah merekayasa kasus, namun rupanya Allah  SWT berkehendak lain utk kasus Sambo. Padahal kabarnya tidak sedikit dana digelontorkan utk mengamankan kasus ini, mulai dari media, berbagai Lembaga, para tokoh dll. 

Entah dari mana keberanian nitizen dan masyarakat utk berani melawan dan membuka kejahatan yg dilakukan Sambo. Namun menurut hemat saya, mengapa kasus Sambo isunya bisa terus panjang dibahas nitizen di dunia nyata maupun di dunia maya, ini semua lantaran rakyat tidak puas atau tidak percaya apa yg disampaikan kepolisian. Kasus Sambo ini menjadi  "titik balas" akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap lembaga kepolisian yg selama ini masih jauh dari peran mengayomi dan memberi rasa adil pada masyarakat.

(By Naniek S Deyang)