MAMPUS!! Kuasa sebagai Pengacara Bharada E Dicabut, Deolipa Minta Fee Rp 15 Triliun!

[PORTAL-ISLAM.ID]  JAKARTA - Baru beberapa hari menggantikan jadi kuasa hukum Bharada E, ehh kok Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin mendadak dicabut.

Sebelumnya mereka berdua ini ditunjuk oleh pihak Bareskrim sebagai kuasa hukum baru bagi Bharada E menggantikan Andreas Nahot Silitonga yang mengundurkan diri setelah Bharada E 'bernyanyi'.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut kuasa Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin sebagai pengacara Bharada Eliezer atau Bharada E telah dicabut. 

Deolipa pun mengaku belum diberi tahu dan meminta fee Rp 15 triliun.

"Ini kan penunjukan dari negara, dari Bareskrim. Tentunya saya minta fee saya dong. Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara. Saya minta Rp 15 triliun, supaya saya bisa foya-foya," kata Deolipa kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Deolipa mengatakan meminta Rp 15 triliun karena merasa ditunjuk oleh negara. Jika tidak dipenuhi, katanya, dirinya akan mengajukan gugatan.

"Ya kan kita ditunjuk negara, negara kan kaya. Masa kita minta Rp 15 triliun nggak ada. Ya kalau nggak ada, kita gugat, catat aja," katanya.

"Kapolri kita gugat, semua kita gugat. Presiden, menteri, Kapolri, Wakapolri, semuanya kita gugat supaya kita dapat ini kan sebagai pengacara, secara perdata, Rp 15 triliun," tambahnya.

Deolipa mengatakan akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan dilakukan bisa secara perdata, katanya.

"Perdata bisa ke PTUN, bisa secara perdata," katanya, dilansir detikcom.

Publik pun curiga dengan pencabutan Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin sebagai kuasa hukum Bharada E.

Soalnya sebelum ini kuasa hukum Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin mengatakan Bharada E siap megajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) untuk mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

"Drama masih berlanjut..penulis skenario ganti, sutradara dn produser pun berganti maka pemain pun akan silih berganti," komen akun twitter @choirul_11.

"Benar2 gak profesional sekali sesama penegak hukum udah hampir babak belur tuh citra nya giliran dah jelas gini mulai mau sombong lagi. Jgn oknum loyalis FS masih ada tuh mengacaukan rencana untuk JC nya E. LPSK aja ampe skrg belum dpet ketemu," komen @ToiwayZ.