5 Fakta Sosok Hadi Matar, Pelaku Penusukan Salman Rusdhie

[PORTAL-ISLAM.ID] NEW YORK - Kepolisian Amerika Serikat mengidentifikasi Hadi Matar, 24 tahun, dari New Jersey, sebagai pelaku penusukan Salman Rushdie. 

Salman Rushdie terkenal ketika pada 1988 menulis novel, berjudul The Satanic Verses (Ayat-Ayat Setan). Namun novel itu penuh kontroversi karena dianggap penistaan terhadap Islam. Berbagai otoritas muslim pun menyerukan supaya Salman Rushdie dibunuh, salah satunya ialah Ayatollah Khomeni (pemimpin Iran). 

Kepala Kepolisian negara bagian New York Eugene Staniszewski pada Jumat, 12 Agustus 2022, mengatakan pihaknya belum bisa menggali lebih dalam apa motif Matar melakukan penusukan tersebut. Investigasi terhadap kasus ini disebut Staniszewski masih tahap awal.  

Berikut 5 fakta penyerang Salman Rushdie:

1. Tinjauan awal media sosial Matar menunjukkan dia bersimpati pada "ekstremisme Syiah" dan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

2. Meskipun tidak ada hubungan langsung antara Matar dan IRGC, penyelidik dilaporkan menemukan gambar komandan Iran Qassem Solemani, yang dibunuh pada tahun 2020, di aplikasi perpesanan ponsel milik Matar.

3. Hadi Matar dilaporkan melompat ke atas panggung ketika Rushdie hendak memberikan pidato di Institusi Chautauqua dekat kota New York, yang mengadakan program seni. Henry Reese, pewawancara, juga mengalami cedera kepala dalam serangan itu.

4. Polisi yakin Matar "bekerja sendiri". Pihak berwenang, bagaimanapun, sedang dalam "proses mendapatkan surat perintah penggeledahan untuk berbagai barang. Ada ransel yang terletak di tempat kejadian. Ada juga perangkat elektronik".

5. Hadi Matar berasal dari Fairview, New Jersey. Pihak berwenang masih menyelidiki kewarganegaraan Matar dan catatan kriminalnya, jika ada.

Kondisi Salman Rusdhie Usai Ditusuk

Novelis kelahiran India, Salman Rushdie, tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit karena mengalami luka parah usai ditikam berulang kali di bagian leher dan torso saat menghadiri sebuah acara di New York, Amerika Serikat (AS).

Rushdie baru saja menjalani operasi darurat selama berjam-jam dan kini harus dirawat dengan menggunakan ventilator di rumah sakit setempat. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (13/8/2022).

Rushdie yang berusia 75 tahun ini diterbangkan ke rumah sakit usai ditikam seorang pria di atas panggung dalam acara yang dihadiri 2.500 orang di New York pada Jumat (12/8/2022) waktu setempat. Serangan terjadi sesaat sebelum pukul 11.00 waktu setempat.

Setelah berjam-jam menjalani operasi pada Jumat (12/8/2022) malam, Rushdie kini dirawat dengan ventilator dan tidak bisa berbicara untuk sementara.

"Kabarnya tidak bagus," ucap agen buku Rushdie, Andrew Wylie, dalam pernyataan via email.

"Salman kemungkinan akan kehilangan satu mata; saraf-saraf di lengannya terputus; dan livernya tertikam dan terluka," imbuhnya.

Pelaku penikaman yang diidentifikasi kepolisian setempat sebagai Hadi Matar (24) dari Fairview, New Jersey, telah ditangkap usai melakukan aksinya. Pelaku sengaja membeli tiket acara yang dihadiri Rushdie untuk melancarkan serangannya. Namun motif penikaman ini belum diketahui secara jelas.
(Berbagai Sumber)