THE GENERAL'S BODYGUARD

THE GENERAL'S BODYGUARD
(Cerpen)

By Wendra Setiawan

Sudah lama Letnan Jenderal Cambell curiga istrinya Elizabeth Cambell ada main dengan kepala pengawalnya yang berwajah lumayan tampan dan berusia jauh lebih muda darinya, Sersan William Kent.

Pada suatu hari, istrinya meminta izin untuk menghadiri pertemuan perkumpulan istri-istri perwira di Las Vegas, Nevada. Istrinya bersikeras ingin dikawal oleh Sersan Kent dengan alasan hanya kepala pengawal mereka itulah yang bisa dia percaya karena sudah lama mengabdi di keluarga mereka.

Jenderal Cambell tidak bisa menolak. Ia pun mengizinkan istrinya pergi ke Las Vegas dengan kawalan Sersan Kent. Tapi diam-diam ia mengutus salah satu pengawalnya untuk mengintai gerak gerik Ny. Cambell dan Sersan Kent selama mereka di Las Vegas.

Kecurigaan Jenderal Cambell semakin menguat. Anak buahnya melaporkan, selama di Las Vegas, Ny. Cambell terlihat masuk ke hotel ditemani oleh Sersan Kent dan kepala pengawalnya baru terlihat keluar dari hotel menjelang pagi.

Mendapat laporan ini, Jenderal Cambell murka. Ia pun memanggil kepala pengawalnya itu setelah ia pulang dari Las Vegas.

Ditemani beberapa anak buahnya, interogasi dilakukan di salah satu gudang tua yang sudah lama kosong.

BUK!

Gagang pistol dengan keras menghantam hidung Sersan Kent. Sebuah bogem mentah menyusul menghantam bibirnya. Darah segar mengalir dari hidungnya yang terluka dan bibirnya yang pecah.

Sersan Kent bergeming menolak tuduhan atasannya itu.

Jenderal Cambell semakin murka. Ia pun mengambil pisau sangkur yang ada di dalam ruangan itu dan mengayunkannya ke arah ajudannya. Sersan Kent menangkis dengan tangannya. Alhasil, salah satu jarinya hampir putus terkena sabetan sangkur sang Jenderal.

Tidak tahan menerima siksaan yang bertubi-tubi, Sersan Kent akhirnya menyerah. Ia mengakui perbuatannya.

Jenderal Cambell terpaku sejenak. Walau sudah lama curiga, ia tetap tidak percaya jika anak buahnya itu berani berhubungan gelap dengan istrinya. Harga diri dan egonya terluka.

Tiba-tiba ia mencabut pistol dari pinggang salah satu anak buahnya yang berada di sampingnya, dan dengan gelap mata ... DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!

~THE END~

Baca juga :