PEMBOHONG

PEMBOHONG

By Tere Liye

Saya awalnya mengira, adalah inisiatif suci tiada tara dari pemerintah, saat melihat proyek kereta cepat yang ngos-ngos-an, anggaran membengkak puluhan trilyun, mereka memutuskan menalangi. Kasihan, biar selesai.

Ternyata eh ternyata, China (China Development Bank) yang meminta Indonesia menalanginya. Dan apa jawab pemerintah? 

Kamu paham tidak sih? Janji awal proyek ini adalah 100% swasta. Tahu artinya? Artinya: jika proyek ini gagal, maka sepeser pun duit rakyat tidak dipakai. Biarlah swasta yang menanggung. Termasuk jika di tengah jalan 50 trilyun duit sudah kepakai, lantas gagal, maka biarlah itu swasta Indonesia, dan swasta China yang tanggung 100%. Toh itu bisnis mereka. Biarlah China Development Bank yang pusing sudah ngasih utang ke swasta, b2b. Bukannya dulu janji duit APBN tidak akan dipakai? Coba jawab dulu ini. Kamu janji tidak soal ini dulu? 

Tapi sejak awal, proyek ini memang ambyar! Orang2 ini 'pembohong'. Proyek ini tidak pernah b2b murni, 100% swasta. Proyek ini dilakukan oleh BUMN. Dan di negeri ini, BUMN adalah anak emas. Mau rugi 60 trilyun, mau manajemennya maling, korup, itu BUMN tetap akan ditalangi oleh negara.

Dus, proyek kereta cepat akan sama. Bukan hanya ditalangi sekarang saat pembangunan. 10 tahun, 20 tahun ke depan, boleh jadi saat operasional kereta cepat ini rugi, siapa yang akan mensubsidi tiket? membayar biaya operasional? Duit rakyat juga.

Sungguh epic. 270 juta rakyat Indonesia harus mensubsidi kenikmatan kurang dari 5% orang. Apa urusannya orang Papua, Kalimantan, Sumatera dg proyek kereta cepat ini? 

Sementara itu, wow deh, lihat screenshot berikutnya, 250.000 lebih ruangan kelas sekolah di Indonesia rusak. Itu data tiga tahun lalu. Mau tahu data 2022? Boleh jadi nyaris 1 juta lebih kelas rusak. Kapan kamu perbaiki? Atau kamu malah tidak update datanya? Ehem.

Ohh, baiklah, mari kita talangi saja proyek kereta cepat. Talangi Garuda. Talangi asuransi Jiwasraya, dll, dsbgnya. Habiskan duit rakyat hanya utk segelintir orang.

Coba kamu bantah tulisan ini dengan data, logika dan argumen setara. Jangan cuma dikit2 ngusir Tere Liye ke LN.

Jelek2 gini Tere Liye adalah pembayar pajak di negeri ini. Sudah bayar pajak banyak, jutaan buku Tere Liye dibajak. JUTAAN, bego! Kamu THR atau gaji ke-13 nggak dibayar saja sudah ngamuk. Tere Liye itu JUTAAN bukunya dibajak, dan pemerintah cuma cengengesan. 

Uang talangan utk proyek2 ini semua akan ditanggung oleh pajak. Pajak saya, pajak kalian, pajak anak cucu kita. Bukan oleh pejabat. Bukan dibayar Jokowi, Sri Mulyani, Anies, Ganjar, Puan, Megawati, dll. 

Lah, pejabat2 ini, yg korup kayak Juliari Batubara, PDIP, dia malah ngembat duit negara. Mana ada rumusnya pakai duit dia buat bayar nalangin proyek, bayar utang. Pun kalaupun dia tidak korup, dari ujung ke ujung fasilitasnya dibayarin dgn duit negara. Termasuk jika dia butuh tempat tidur di ruang kerjanya. Kolam renang di rumah dinasnya, dll, dsbgnya.

Duh Gusti, di negeri ini bansos saja dikorup. Dan kalian tetap tutup mata menyaksikan KPK semakin tiada gunanya. 

Terpujilah wahai para penjilat.

(Tere Liye)

*fb