Merasa Sudah Bersyukur, Ternyata cuma PASRAH

Merasa Sudah Bersyukur, Ternyata cuma PASRAH

Oleh: Jonru Ginting

Setiap kali ada posting di medsos yang isinya mengajak kita berjuang untuk MENGUBAH NASIB, banyak sekali orang yang berkomentar begini:

"Setiap orang punya nasib yang berbeda-beda. Maka syukuri saja seperti apapun nasibmu."

"Kaya atau miskin tidak jadi masalah. Yang penting selalu bersyukur."

Hm... Kalimat yang terkesan sangat bijak. Namun sebenarnya itu sangat menyesatkan.

Kok bisa?

Yuk, kita simak ILUSTRASI berikut agar menjadi paham.

* * *

Misalkan si A sedang butuh jam tangan, tapi dia tak punya uang untuk membelinya. Lalu tiba-tiba si B memberikan sebuah jam tangan secara gratis.

Si A pun mengucapkan terima kasih dengan ekspresi yang penuh kebahagiaan.

SEBULAN KEMUDIAN, A dan B bertemu lagi. Si B melihat A tidak memakai jam tangan yang dulu dia berikan.

"Lho, jamnya di mana?" tanya si B.

"Oh, jam itu tidak pernah saya pakai. Saya pajang aja di etalase ruang tamu," jawab A dengan santainya, tidak merasa bersalah sedikit pun.

Jika jadi B, apa yang Anda lakukan terhadap A?

Mungkin Anda marah, kecewa, jengkel, bahkan menyesal karena dulu memberikan jam tangan gratis pada A.

* * *

Si B sebagai pemberi, tentu akan sangat bahagia dan merasa dihargai jika A menggunakan jam tangan tersebut sesuai fungsinya: Ditaruh di lengannya, dipakai untuk melihat jam sekaligus aksesori tangan.

Karena B bahagia dan merasa dihargai, maka suatu hari nanti dia mungkin memberikan hadiah yang jauh lebih banyak kepada A, walau A tidak pernah memintanya.

Sedangkan jika A tidak pernah memakai jam tangan tersebut, maka B bisa menyesal karena dulu pernah memberikannya. Si B pun kapok, berjanji tidak akan pernah lagi membantu A.

* * *

Jika jam tangan dianalogikan sebagai PEMBERIAN ALLAH, maka kita akan paham MAKNA ASLI dari bersyukur.

Ternyata makna asli dari bersyukur adalah:

1. Berterima kasih kepada Si Pemberi.
2. Merasa bahagia atas apapun yang sudah kita miliki.
3. Tidak pernah mengeluh terhadap apapun yang belum pernah kita miliki.
4. Segala sesuatu yang sudah kita miliki, harus dimanfaatkan sesuai fungsinya.

BERSYUKUR adalah ketika kita melaksanakan 4 hal di atas SEKALIGUS. Jika yang kita laksanakan hanya nomor 1 hingga 3, maka syukur kita belum lengkap. Bisa jadi, kita sebenarnya hanya pasrah, tapi merasa sudah bersyukur.

* * *

Ada sebuah dalil dari Al Quran yang sangat populer, dan berhubungan dengan tema tulisan ini, yaitu:

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'" (Q.S Ibrahim:7)

Mari taddaburi ayat di atas dengan cara MEMBAYANGKAN situasi berikut:

Anda saat ini sedang terjerat utang riba. Anda hidup penuh kekurangan alias masih miskin. Anda punya banyak impian yang belum terwujud. Anda ingin mengatasi semua masalah ini, tapi Anda tidak mau berusaha.

Padahal Anda punya bakat dan passion. Anda punya relasi. Anda dipercaya oleh banyak orang. Anda punya kemampuan public speaking yang bagus.

Itu semua adalah pemberian dari Allah kepada Anda.

Jika Anda ingin MENGUBAH NASIB dan mengatasi semua masalah di atas, apakah itu bisa terwujud hanya dengan cara berikut:

1. Berterima kasih kepada Allah atas segala sesuatu yang sudah DIA berikan kepada Anda.

2. Merasa bahagia atas apapun yang sudah Anda miliki saat ini.

3. Tidak pernah mengeluh terhadap apapun yang belum Anda miliki.

Tentu tidak, kan?

Nasib Anda hanya akan berubah, tentunya karena pertolongan Allah, lewat wasilah nomor 1, 2 dan 3 di atas, DITAMBAH nomor 4 berikut:

4. Manfaatkan bakat, keahlian, passion dst yang sudah Anda miliki, untuk BERJUANG MENGUBAH NASIB.

Hanya dengan cara itulah (lewat pertolongan Allah tentu saja), nasib Anda bisa berubah.

Hanya dengan cara itulah, Allah menambahkan ni'matnya kepada Anda, sesuai Al Quran surah Ibrahim ayat 7.

* * *

JADI INTINYA:

Orang yang hidup serba kekurangan lalu dia berkata, "Syukuri apa yang ada," sebenarnya dia bukan bersyukur. Dia hanyalah PASRAH.

Dan kepasrahan seperti itu bisa menyebabkan kita malas berusaha. Karena malas berusaha, maka nasib pun tidak pernah berubah.

Ingin MENGUBAH NASIB? Maka caranya adalah dengan BERSYUKUR dalam arti yang sebenar-benarnya.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat.

Jakarta, 7 Juli 2022

(Jonru Ginting)

Penulis adalah:
✔️ Social Media Influencer
✔️ Coach Nasional PT BEST Corp Syariah yang telah membina lebih dari 400 pebisnis

Baca juga :