Jleb Banget! Kata Khilafatul Muslimin Saat Dituduh Mau Ubah Pancasila: Buat Apa? Negara Ini Banyak Utangnya! 😂

[PORTAL-ISLAM.ID]  Amir Wilayah Khilafatul Muslimin Bekasi Raya, Abu Salma, menyindir pihak-pihak yang menuduh mereka ingin mengubah ideologi Pancasila dengan konsep khilafah. Ia geleng-geleng kepala dengan tudingan tersebut. 

Pasalnya, mereka tak kepikiran mau mengubah ideologi Indonesia tersebab utang negara ini yang terlalu menggunung.

“Untuk apa bikin negara? Lalu, di sisi lain untuk apa juga kami diberikan negara. Toh, negara kita banyak utangnya. Malas lah kami. Dapat negara yang utangnya besar. Berat. Dikasih saja nggak mau, apalagi bikin negara,” kata Abu Salma kepada wartawan, Kamis (9/6/2022).

Abu Salma protes jika Khilafatul Muslimin dituduh ingin merongrong ideologi Pancasila. Dirinya mengaku kelompok ini memang sejalan dengan konsep Khilafah, tapi tunggu dulu kata dia. Konsep Khilafah yang mereka usung berseberangan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurutnya, konsep khilafah ala Khilafatul Muslimin tak sampai ingin mengubah Pancasila dengan ajaran Islam. Abu Salma berdalih ajaran kelompoknya hanya ingin mempersatukan semua umat muslim dunia.

“Jangan ditekan akan merongrong negara. Ini kan dipaksa opini. Khilafah ini mau merongrong negara opininya, padahal nggak. Opini kami, ya khilafah ini universal. Jadi, kami nggak ada mengajak yuk kita runtuhkan NKRI. Untuk apa? Wong NKRI cuma sedikit. Kami kan ingin menguasai dunia dengan ajaran Allah,” jelas Abu Salma.

Abu Salma menyayangkan banyaknya masyarakat yang gagal paham soal konsep negara khilafah akibat framing yang menyebut bahwa ideologi ini bakal meruntuhkan NKRI. 

“Banyak umat secara umum tidak paham tentang khilafah itu sendiri. Bahkan, branding atau framing yang ada. Khilafah ini dipaksa untuk bernegara. (Diframing) Khilafah ini punya kekuasaan. Khilafah ini harus punya hukum,” ujar dia. 

Seperti diberitakan, Khilafatul Muslimin bikin heboh masyarakat lantaran aksi konvoi mereka. Saat konvoi, anggota kelompok ini membawa sejumlah atribut yang berisi pesan mendukung khilafah.

Buntut kegiatan itu membuat pimpinan tertinggi mereka Abdul Qadir Baraja ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Dia ditangkap di Bandar Lampung pada Selasa (7/6/2022).