Giring Kang Ngangon Kambing Masih Soroti Formula E, Tifatul Sembiring: Hati Dipenuhi Hasad, Pikiran Tersumbat, hanya Kau Sendiri Merasa Hebat

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan Menkominfo Tifatul Sembiring sindir Giring Ganesha soal Formula E dengan mengatakan pikiranmu kerap tersumbat.

Tifatul Sembiring menyampaikan sudut pandangnya pada kicauan lewat akun media sosial Twitter pribadinya bernama @tifsembiring yang sudah terverifikasi.

Politikus PKS itu diketahui cukup aktif dalam memanfaatkan platform tersebut untuk menelurkan opini-opini pribadinya.

Kali ini Tifatul Sembiring memberi respons terhadap pernyataan Giring Ganesha yang menyebut Formula E jauh dari kata sukses.

“Kalau hati dah dipenuhi hasad, niscaya pikiranmu kerap tersumbat,” tulis Tifatul Sembiring.

“Semua serba salah, hanya kau sendiri yang merasa hebat,” sambungnya, Rabu (8/6/2022).

Kicauan Tifatul Sembiring mendapat 42 komentar, 45 retweets, dan 223 likes dari netizen hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, Tifatul Sembiring turut memberikan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menggelar Formula E.

“Selamat yaa, pak Gubernur Anies atas suksesnya Formula E, dan semua pihak yang telah membantu,” beber Tifatul Sembiring, Senin (6/6/2022).

Politikus PKS ini juga menyindir dengan para buzzer yang sempat berharap Formula E gagal dilaksanakan.

“Yang kelojotan itu paling buzzer2Rp, dimintai sumbang saran doang, eh malah ngocehnya saran sumbang,” jelas Tifatul Sembiring.

Di sisi lain Giring Ganesha menilai event Formula E yang digelar pada Sabtu 4 Juni 2022 lalu belum bisa dikatakan sukses.

Menurut Giring, keramaian penonton saat menyaksikan langsung Formula E bukan tolok ukur balapan mobil listrik itu dianggap sukses.

Sebab kata dia, kesuksesan sebuah acara bertaraf internasional harus dilihat dari dampak ekonomi dan sosial ke masyarakat sekitar.

“Berhasil lihatnya dari mana? Apakah dilihat dari jumlah penontonnya? Apakah dilihat dari jumlah keuntungannya?,” kata Giring saat ditemui di kawasan Kuningan, Senin (6/5/2022).

“Apakah dilihat dari dampak ekonominya ke masyarakat sekitar DKI Jakarta?,” tambahnya.
Giring pun mempertegas kembali pagelaran Formula E dinilai sukses dari segi apa, sebab jika ramai saja bukan sukses namanya.

“Makanya sukses tuh dilihat dari mana? Kalau cuma ramai dan ingar bingar saja sih itu bukan sukses,” ucap Giring.

Giring melanjutkan, penyelenggara Formula E harus membuka ke publik. Bahwa Formula E mendatangkan keuntungan atau tidak.

“Kalau untung, uangnya dipakai buat apa? Terus kalau rugi, siapa yang nanggung? Jangan sampai nanti kalau rugi nanti yang nanggung uang pajak masyarakat,” katanya.

Mantan vokalis band Nidji ini menilai, balapan Formula E bukan sebuah kebutuhan bagi warga DKI Jakarta.

Menurut dia ada sejumlah persoalan lain yang harusnya menjadi prioritas Pemprov DKI. Misalnya masalah polusi hingga kemacetan.

“Masih banyak kemacetan, masih banyak titik-titik banjir, polusi. Setelah pandemi Covid, bagaimana kita ngomongin menambah lapangan pekerjaan di DKI,” imbuh Giring.

“Kemarin kita baru dengar banyak start up yang PHK karyawannya, ini bagaimana,” tutupnya. (fajar)