Novel Baswedan Ungkap Kenapa Dulu Saat Masih di KPK Tidak Berhasil Menangkap Harun Masiku

[PORTAL-ISLAM.ID] Eks penyidik KPK, Novel Baswedan, menawarkan diri untuk membantu menangkap buron Harun Masiku. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kinerja KPK yang sudah dua tahun belum mampu menangkap politisi PDIP itu.

Harun Masiku ditetapkan KPK sebagai tersangka sejak Januari 2020 dalam rangkaian OTT. 

Dalam kasus ini, KPK melakukan OTT dan mengamankan 8 orang (termasuk komisioner KPU Wahyu Setiawan) pada Rabu-Kamis, 8-9 Januari 2020 di Jakarta, Depok, dan Banyumas. 

Namun tersangka Harun Masiku lolos dalam OTT. Dia lolos dari operasi tangkap tangan dan menghilang di kawasan Kebayoran Baru Jakarta.

Novel Baswedan dalam pernyataan terbaru menyatakan dirinya yakin mampu dalam tempo singkat menangkap buron Harun Masiku. 

“Saya yakin tidak perlu waktu yang terlalu lama (untuk menangkap HM),” kata Novel, di Jakarta, Senin, (23/5/2022).

Pernyataan Novel Baswedan ini bukannya disambut baik, malah dinyinyiri kenapa dulu waktu masih di KPK tidak menangkap Harun Masiku?

Berikut tanggapan Novel Baswedan yang disampaikan  di akun twitternya (23/5/2022):

Terkait dgn buronan Harun Masiku, ada yg bertanya kenapa ketika kami di KPK tdk ditangkap, dan sekarang kami mengkritik Firli dkk.

Walaupun sebenarnya semua sdh terungkap di media selama ini, tapi bagus jg bila digambarkan agar jelas.

Berikut penjelasannya:

Setidaknya ada 3 hal penting yg menjadi masalah:

1. Pada saat tim KPK melakukan OTT thd kasus tsb, tim KPK diintimidasi oleh oknum tertentu dan Firli dkk diam saja.

2. Tim yang melakukan penangkapan tsb dilarang untuk yang melakukan penyidikan (barangkali karena dianggap tdk bisa dikendalikan). Sekarang org2 tsb telah sukses disingkirkan oleh Firli dkk.

3. Tim KPK yang berhasil melakukan OTT tersebut justru “diberi sanksi”. 1 anggota Polri dikembalikan (walaupun tdk berhasil), 1 dari kejaksaan dikembalikan & beberapa pegawai Dumas dipindah tugaskan oleh Firli dkk. Beberapa lainnya disingkirkan dgn proses TWK.

Kasus Harun Masiku ini diduga melibatkan petinggi partai tertentu. 

Pencarian terhadap Harun Masiku saya yakin tidak dilakukan kecuali hanya sekedarnya saja.
Apakah ada kaitannya? Hanya Firli dkk yg tahu.

Pada 2020 saya dkk menangkap 2 buronan, salah satunya mantan sekretaris MA.

Untuk bisa menangkap buronan tsb butuh kesungguhan & kerja keras. Beberapa tempat digeledah.

Hal itu tidak terjadi pada pencarian Harun Masiku, yang justru minta masyarakat mencari dgn biaya sendiri.  😁