Nabi Khidir, Nabi Musa dan Nabi Muhammad


Nabi Khidir, Nabi Musa dan Nabi Muhammad 

Oleh: Abdul Wahab Ahmad

Ada perdebatan kecil di antara ulama siapakah yang lebih utama antara Nabi Musa alaihis salam dan Nabi Khidir alaihis salam? Sebagian kecil mengatakan bahwa Khidir lebih utama sebab beliau adalah gurunya. Sebagian besar ulama mengatakan bahwa Nabi Musa lebih utama sebab beliau adalah seorang Rasul, bahkan bukan sekedar Rasul biasa tetapi Ulul Azmi dengan gelar Kalimullah. Ini adalah kelebihan yang tidak dicapai oleh Nabi Khidir yang bahkan kenabiannya saja diperselisihkan ulama. 

Tetapi sama sekali tidak ada perdebatan tentang siapakah yang lebih utama antara Nabi Muhammad dibanding nabi lainnya? Sama sekali tidak ada perbedaan pendapat soal ini. Semua ulama sepakat bahwa Nabi Muhammad lebih utama dari semua Nabi dan Rasul sebelumnya, lebih utama dari semua malaikat, dan bahkan lebih utama dari semua makhluk secara mutlak.

Syariat Nabi Muhammad menghapus semua syariat Nabi sebelumnya. Mukjizatnya melampaui mukjizat nabi sebelumnya. Hakikat beliau tak bisa dibandingkan dengan hakikat nabi yang lain. Suatu saat beliau pernah bersabda bahwa andai Musa masih hidup, maka tidak ada pilihan baginya kecuali menjadi pengikut Nabi Muhammad. Nanti menjelang kiamat Nabi Isa turun lagi ke bumi, beliau pun hanya menjadi umat Nabi Muhammad. Nabi Khidir pun sekarang ini (dalam perspektif ulama yang meyakininya masih hidup) statusnya hanya seorang umat yang wajib mengikuti Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Karena levelnya teramat sangat jauh, maka tidak ada ceritanya Nabi Muhammad disuruh berguru pada Nabi Khidir seperti dalam kisah Nabi Musa atau Nabi Khidir datang pada Nabi Muhammad untuk mengajari beliau. Sama sekali tidak ada ceritanya. 

Dari sini tentu aneh dan tidak dapat dibenarkan bila ada sebagian orang yang kata-katanya seolah merendahkan ajaran Nabi Muhammad dengan alasan itu hanya syariat, belum sampai hakikat, itu kalah dengan ajarannya Nabi Khidir dan sebagainya. 

Nabi Khidir sendiri pun bukan pada tempatnya bila dibandingkan dengan ketinggian level Nabi Muhammad, apalagi bila bandingannya cuma orang mutashawwif yang mengaku berguru pada Nabi Khidir yang tidak jelas betul apakah itu benar Nabi Khidir atau cuma klaim sepihak. 

Jauh... jauuuuh sekali perbandingannya bahkan lebih jauh daripada langit dan bumi.

(*)