Mujahid 212: Anies Lolos Perangkap Miyabi

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lolos perangkap Miyabi atas gagalnya gala dinner artis porno Jepang di ibu kota.

“Artis porno Miyabi yang gagal mengadakan gala dinner di Jakarta menunjukkan Anies lolos perangkap kera Miyabi,” kata aktivis Mujahid 212 Damai Hari Lubis kepada redaksi www.suaranasional.com, Ahad (22/5/2022).

Menurut Damai, kegagalan gala dinner Miyabi bisa jadi karena ramainya penolakan dari berbagai ormas Islam di Jakarta. “Bisa jadi pihak Pemprov DKI tidak mengijinkan gala dinner Miyabi,” jelas Damai

Menurut Damai, gala dinner Miyabi itu bernuansa politik untuk menjatuhkan Anies Baswedan. 

“Gala dinner Miyabi murni bisnis tapi berdampak politis merugikan Anies Baswedan,” papar Damai.

Jika gala Dinner Miyabi tidak gagal, kata Damai, pendukung Anies dari kalangan umat Islam akan tergerus. 

“Selama ini Anies dekat dengan kalangan umat Islam dan dianggap mewakili suara Islam,” paparnya.

Damai mengatakan, Anies juga sosok yang mendapat dukungan dari kelompok agama lain. “Selama menjadi Gubernur DKI Anies, kondisi Jakarta kondusif bagi umat beragama,” jelas Damai.

Tudingan Anies rasis dan Jakarta akan menjadi Suriah yang dihembuskan buzzer, kata Damai tidak terbukti. 

“Buzzer menyebarkan berita bohong alias hoaks,” ungkapnya.

Picu Kontroversi, Gala Dinner Miyabi Batal

Gala dinner Miyabi yang rencananga akan digelar pada 5 Juni mendatang akhirnya batal. Miyabi atau Maria Ozawa juga sudah menghapus flyer yang dia unggah di Instagram-nya.

Manager Executive Repezen Nada Entertainment Michael Prawira menjelaskan alasan pembatalan acara makan malam tersebut.

"Pertimbangannya adalah pertama pihak hotel memang tidak menyanggupi karena banyak respons yang kurang baik dari beberapa kalangan, seperti itu," kata Michael saat dihubungi wartawan, dilansir detikcom, Minggu (22/5/2022).

"Setelah kita pertimbangkan juga memang kurang baik untuk saat ini," lanjutnya.

Acara gala dinner memang dirancang untuk Miyabi bertemu penggemar di Indonesia. Akan tetapi, setelah dipelajari pihak Repezen Nada Entertainment juga melihat Indonesia belum siap.
"Jadi karena memang dia kontrak eksklusif ya, jadi memang niatnya untuk Miyabi ya. Tapi, setelah kita pelajari lagi karena kesiapan kita belum siap untuk di Indonesia respons-nya, akhirnya kita masih pertimbangkan dan belum kita jadwal ulang," jelas Michael.

"Nah kalau untuk yang lain kan kami memang pegang Repezen Foxx kan. Nah paling kita fokusnya ke situ dulu," sambungnya.

Saat Ramadan, Miyabi datang ke Bali. Di situ, Miyabi banyak mengikuti kegiatan yang baik termasuk belajar puasa hingga sedekah.

Rencana kedatangan Miyabi ke Jakarta untuk menggelar gala dinner memicu kontroversi. Pemprov DKI diminta menolak rencana kedatangan Miyabi.

Disparekraf DKI Jakarta memastikan belum menerima permohonan acara Miyabi apapun di Jakarta. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Iffan mengatakan, kalaupun Miyabi tetap mengajukan permohonan acara, pihaknya akan tetap mengevaluasi permohonan tersebut.

"Terkait dengan kedatangan Miyabi, kami pada prinsipnya ada tim KPHAD, Komite Penilaian Hiburan Artis Daerah, jadi komite itu terdiri dari kejaksaan, biro hukum, satpol, itu yang akan menilai artis, misalnya melakukan kegiatan apapun di Jakarta, kami akan menilai, termasuk alasan, kesesuaian, dan semuanya. Jadi kami belum bisa menilai karena belum ada apapun yang masuk ke kami permohonan itu," kata Iffan saat dimintai konfirmasi soal rencana kedatangan Miyabi.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari F-Gerindra Syarif mengusulkan agar Pemprov menolak acara gala dinner Maria Ozawa alias Miyabi. Sebab, rencana tersebut mengundang kontroversi di tengah masyarakat.

"Saya dalam posisi tidak menolak (tujuan investasi). Cuma, kalau menimbulkan kontroversi, lebih baik jangan. Saya dalam posisi mengatakan jangan, ya menolak," kata Syarif kepada wartawan, Kamis (9/5/2022).

(Sumber: Detik, Suaranasional)