Menjijikkan! Kok enak gitu loh, tangkap hidup, pulang mati

Menjijikkan

Usia anak ini 18 tahun, namanya Muhammad Arfandi Ardiansyah. Dia ditangkap polisi, dengan tuduhan bandar narkoba.

Ditangkap hidup-hidup, beberapa saat kemudian, dipulangkan tinggal mayatnya. Keluarga anak ini bilang, mayat anaknya penuh lebam, memar, luka. Keluarga juga bilang, mereka dipingpong kesana kemari.

Sementara Polisi bilang, anak ini mati karena sesak nafas. Ehem, bukan karena dipukuli. Mungkin disentuh juga tidak anaknya. Polisi bilang mereka punya bukti 2 gram narkoba.

Well, anak ini usianya 18 tahun! Kamu tahu tidak usia anak 18 tahun, heh? Coba lihat anak kamu, ponakan kamu di rumah, tetangga. Usia 18 tahun?

Seriusan deh, Kawan. Bahkan jika anak ini memang bandar narkoba tingkat tinggi, tolong jelaskan kenapa tubuhnya pulang dengan penuh lebam, luka, memar? Jangan ditutup-tutupi. Petinggi polri, Jenderal-jenderal, ayolah kawan, buka mata kalian atas kasus ini. Jangan ada yg dilindungi. Ini bukan kali pertama loh. Coba buka riwayat panjang kekerasan aparat kepada masyarakat.

Tolong dibuka terang benderang! Jangan didiamkan saja. Kok enak gitu loh, tangkap hidup, pulang mati.

Karena jika anak ini bukan mati karena sesak nafas. Alias mati karena dipukuli, itu sungguh menjijikkan. Anak ini usianya baru 18 tahun. Begitukah prosedur mengatasi anak usia 18 tahun?

Lantas apa prosedur saat polisi menangani buronan koruptor ratusan milyar? Wow, dikasih surat jalan dong sama Jenderal polisi. Biar bisa kemana-mana dengan aman? Wow deh. Coba ngaca dari kejadian-kejadian ini deh.

Semoga masih ada nurani yg tersisa.

(By Tere Liye)

*fb