Lebay

Lebay

10 tahun lalu, sy pernah menulis soal ini. Sy posting. Lantas apa yg terjadi? Banyak netizen yg tersinggung berat, dia baper, salah paham, jadinya ngamuk. Silahkan buka twitter, jejak digital netizen yg ngamuk ke Tere Liye masih ada. Cari saja, nanti ketemu.

Itu urusan kalian mau nge-fans dengan boy band, girl band, apapun itu dari Korea. Juga nge-fans dengan idola2, selebritis dll dari planet Mars sekalipun. Tapi jangan lebay. Jangan over.

Karena sesungguhnya, obsesi berlebihan kepada idola, adalah 'penyakit'. Ada yg rela mencuri uang orang tua demi selembar tiket konser, atau beli ini, beli itu. Ada yg hidupnya selalu ttg idolanya. Ada yg rela menghabiskan hidupnya demi koleksi ini, itu idolanya. dll dsbgnya. Menghabiskan waktu, tenaga, dan uang.

Kita nge-fans, pertanyaannya: idola kita peduli? Nyaris 100% sih tidak. Mereka punya kehidupan lain. Kita itu siapa sih? Di tengah lautan fans-nya, kita itu siapa? Mana sempat mereka peduli.

Termasuk jika kalian nge-fans sama Tere Liye (misalnya), seriusan, kalian nge-fans berat, muji2, beli bukunya, sttt, sejujurnya kalian cuma dianggap hanya salah-satu dari pembaca. Sesederhana itu.

Tapi, tapi, tapi, yes. Tentu boleh nge-fans. Silahkan. Hanya saja, jadikan itu bermanfaat. Misal, ada yg nge-fans sama K-Pop, 6 tahun kemudian, anak ini malah kuliah S2 di Korea. Tumbuh dewasa, mandiri, dll. 10 tahun kemudian dia tertawa mengenang hal2 lucu saat remaja dulu. Ada yg nge-fans dengan klub bola, besok2 anak ini punya karir top di kota2 modern dunia, biar bisa nonton di stadion klub idolanya.

Jangan sebaliknya, nge-fans, habis uang, waktu tenaga, kita tdk dapat manfaat apapun, hanya jadi konsumen tok.

Kadang sedih lihatnya, jejeritan demi orang lain. Heboh, histeris. Termasuk jejeritan di dunia maya. Heboh, histeris. Epik sekali sampai berantem, termasuk mau nuntut dll hanya demi idola. Ayolah, hidup kita itu terlalu berharga utk dihabiskan utk beginian.

Semoga kalian paham.

Btw, apakah Tere Liye benci dengan K-Pop. Well, bahkan 20 tahun lalu, Tere Liye sdh nonton film2 Korea, serial2 Korea. Menjadikannya sumber belajar menulis. Sebelum istilah K-Pop itu sendiri dikenal dunia. 🙂

(By Tere Liye)