Kasihan ITK, Kampus yang relatif baru berdiri, menjadi terkenal bukan karena prestasinya...

Kasihan ITK. Kampus yang relatif baru berdiri, yang berada di Balikpapan ini, menjadi terkenal bukan karena prestasinya, tapi karena tulisan rektornya yang berbau Islamofobia. Tulisan rektor yang mendapatkan jabatan guru besar dari ITS Surabaya ini, jauh dari kesan cerdas dan intelek, yang harusnya melekat pada diri seorang rektor sekaligus guru besar (profesor), tapi malah tampak seperti tulisan buzzer pro jo****, pro rara ac langit, dan anti Arab (baca: anti Islam).

Tapi hal ini bukan hal baru sebenarnya. Di masa awal dakwah Nabi, juga ada tokoh-tokoh semacam ini. Sosok-sosok seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan Al-Walid bin Al-Mughirah, itu tokoh-tokoh yang punya kapasitas intelektual tinggi, tokoh populer sekaligus sangat berpengaruh di masyarakatnya. Namun mereka disebut sebagai orang-orang yang jahil, karena kebencian mereka terhadap Islam, membuat pikiran mereka tersumbat, sehingga tak mampu melihat kebenaran Islam yang terang benderang.

Nah karakter tokoh-tokoh intelektual pembenci Islam ini selalu muncul di setiap zaman. Dan si rektor itu tampaknya memilih mengambil peran ini di masa sekarang.

(Muhammad Abduh Negara)