Herman deh... Kok Pada Bela Singapura Usir UAS? Pake Analogi Adab Tamu Segala... Ini Balasan MAKJLEB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ustadz Abdul Somad, seorang Ulama warga negara Indonesia, yang dihormati di Malaysia dan Brunei, tapi diusir Singapura tanpa ada penjelasan apa sebabnya, bahkan selama berjam-jam dikurung secara tidak manusiawi dimana UAS membawa anaknya yang masih bayi... hermannya ada sesama WNI yang malah mendukung tindakan Singapura.

Bahkan dengan alasan membawa-bawa adab tamu segala.

"Adabnya tamu itu ikut apa kata tuan rumah," kicau aktivis NU Ainun Najib yang saat ini tinggal di Singapura.

Kicauan Ainun Najib ini banyak mendapat respons balik publik tanah air.

Salah satu yang makjleb disampaikan akun @Gank_Of_Petojo.

"Tuan rumah yg baik tdk akan mengurung tamu yg datang baik2 tanpa penjelasan dan mengusirnya, baru kemudian memberi penjelasan.

Tuan rumah yang baik akan menjelaskan dgn baik alasannya menolak dan dgn sopan mengantarkan tamu keluar.

Ente waktu kecil pernah diajari adab?" balas akun @Gank_Of_Petojo.

Kalau diamati di lini masa media sosial, banyak kalangan NU yang malah mendukung Singapura. Termasuk mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Padahal UAS adalah warga NU.

Hal ini membuat salah seorang mantan Pengurus PBNU dari Sumatera ikut bersuara.

"Mustinya sesama NU itu saling melindungi. Bukan diserang ketika ada masalah. Mustinya PBNU menjadi payung buat seluruh warganya, khususnya NU di sumatera. UAS itu NU knp musti diserang membabi buta. Pakai bhs sindiran tahu dirilah sbg tamu kerumah org," ujar Umar Hasibuan @UmarHasibuan70_, salah seorang Pengurus PBNU periode lalu.

Pengamat Internasional Hasmi Bakhtiar juga meluruskan kengawuran analogi tamu.

"Pak, negara beradab itu punya mekanisme hukum. Misal, ketika seseorang dicekal, dia wajib diberi akses hukum. Misal: lawyer dan hak mengajukan proses hukum ke pengadilan. Selama proses itu berlangsung, dia gak bisa dipulangkan. Analogi sampean itu cocok kalau dicekal di Korut :)," kata Hasmi Bakhtiar @hasmibakhtiar membalas twit Ainun Najib.