Guru Yang Kembali Bersyahadat dari Misi Xaverius Van Lith

Oleh: Widi Astuti (aktivis dakwah dan sosial)

Saat itu ada seorang pensiunan guru yang bersyahadat. Saya pun langsung penasaran. Sebut saja namanya Pak Budi. Melihat style-nya, beliau termasuk golongan priyayi Jawa. Meskipun sudah sepuh, tapi terlihat rapi, intelek dan njawani.

Otomatis saya menebak bahwa beliau alumni Sekolah Guru Kolese Xaverius Van Lith Muntilan-Magelang. Jarak Merbabu-Muntilan itu sangat dekat. Dan dugaan saya benar.  Pak Budi bercerita bahwa sebetulnya dulu semasa kecil, beliau muslim. Kemudian menempuh pendidikan di sekolah Kolese Xaverius. Begitu lulus dan bekerja di sebuah sekolahan milik yayasan Katholik, beliau sudah menjadi Katholik. Untunglah semasa pensiun, beliau kembali ke agama aslinya yaitu Islam. 

Sebetulnya tidak aneh melihat fenomena berpindah agama pasca sekolah di Kolese Xaverius Van Lith ini. Karena memang sejak berdirinya kejadian seperti ini hampir setiap tahun terulang. 

Adalah Fransiscus Georgius Josephus Van Lith. Seorang misionaris Jesuit Belanda yang datang ke Jawa di tahun 1896. Tak lama kemudian mendirikan sekolah guru berasrama Kolese Xaverius di Muntilan Magelang Jawa Tengah. Sekolah guru menjadi magnet tersendiri bagi para pribumi. Karena sekolah ini menjanjikan kehidupan yang lebih baik yaitu menjadi priyayi Jawa yang dihormati. Saat itu banyak pribumi Jawa muslim yang menempuh pendidikan disini. 

Kareel Steenbrink dalam buku "Orang-orang Katholik Di Indonesia" menyebutkan bahwa anak lelaki yang masuk sekolah ini semuanya muslim. Dan semuanya tamat sebagai Katholik. 
Hal ini senada dengan pandangan Van Lith yang mengatakan bahwa posisi strategis guru adalah masa depan bagi perkembangan umat Katholik di Jawa. Usaha misi di Jawa diawali dengan cara yang salah yaitu mewartakan Injil kepada individu. Seharusnya bergantung pada pendidikan, pemimpin, dan guru.

Perjuangan Van Lith melalui sekolah guru tersebut sangat berhasil. Dan kami melihat kesuksesan visi dan misi Van Lith tersebut dalam diri Pak Budi. Dia pernah mewujudkan mimpinya menjadi guru priyayi yang dihormati. Sebuah strata sosial yamg tinggi bagi masyarakat Jawa di masa lalu.

Bersyukur Pak Budi menemukan hidayah kembali di usia senjanya. Merajut asa untuk kembali menjadi seorang muslim, agama nenek moyangnya.

Semoga banyak Pak Budi Pak Budi lain alumni Van Lith yang kembali merajut hidayah di usia senja, aamiin...

*fb penulis