Crypto AG dan Huawei Sarana dan Prasarana Intelejen Asing Memata Matai Negara Dunia Termasuk Indonesia

Crypto AG dan Huawei Sarana dan Prasarana Intelejen Asing Memata Matai Negara Dunia Termasuk Indonesia

Oleh: Adi Ketu

Dulu di tahun 90 an, sahabatku yang sekolah di Sandi Negara pernah mengatakan, "intelejen kita ketinggalan 50 tahun, Di." 

"Kita ibarat hidup di rumah kaca. Semua data, pergerakan komunikasi dan informasi sudah dipantau asing…"

Waktu itu aku tidak mengerti darimana jalannya. 

👉Namun dari pengungkapan Washington Post 11 Pebruari 2020 ini baru aku bisa tahu salah satu cara, bagaimana cara CIA, NSA dan BND memata matai lebih 120 negara dunia termasuk Indonesia


(Note: kisahnya akan kuringkas dalam tulisan tersendiri mengingat panjangnya paparan)

Crypto AG adalah alat dan program enskripsi yang dipakai dan dimodifikasi intelejen AS: CIA & NSA juga Intelejen Jerman BND berkamuflase sebagai perusahaan bisnis kode sekuriti. 

Dari awalnya hanya mesin tik mirip Enigma di PD II, kemudian berkembang sesui perkembangan tehnologi menjadi chip computer. Itu juga termasuk program yang dipakai, dari Thesaurus menjadi Rubicon. 

Dengan menggunakan perangkat perusahaan yang dimodifikasi dan dijual ke negara lain,  mereka dapat dengan mudah memecahkan kode yang digunakan negara untuk mengirim pesan terenkripsi.

Dari sini kita bisa menggambarkan betapa kemampuan Amerika Serikat dan sekutunya mengeksploitasi tipu muslihat kepada negara lain selama bertahun-tahun, mengambil uang mereka dan sekaligus mencuri rahasianya.

Pendeknya, Crypto telah menjadi tambang uang, menghasilkan keuntungan jutaan dolar yang dibagi bersama antara CIA dan BND untuk digunakan sebagai modal pembiayaan operasi intelejen lainnya.

👉Ketika kemudian di era sekarang, dimana pengembangan digital Indonesia mutlak dikuasai Huawei China termauk Palapa Ring, maka menjadi hal yang lumrah bila kemudian dengan mudah China memata matai Indonesia.

Pertanyaan mendasarnya adalah untuk apa Huawei berusaha repot mewujudkan kedaulatan digital Indonesia sementara Huawei sendiri terlibat erat dengan Pemerintah China?




dan beberapa lainnya.

Artikel terakhir yang kutulis:

Pengembangan Tehnologi Digital di Indonesia, Kebodohan atau Kemajuan?


Itulah mengapa aku tak bosan mengingatkan bahwa pogram digitalisasi Indonesia harus dipilih dengan hati hati dengan penuh kewaspadaan. Karena kita tahu persis ambisi China untuk kuasai dunai, dimulai dari yang termudah Afrika kemudian Asia , Amerika Latin, ke Eropa baru kemudian Amerika.

Namun terus terang aku menjadi pesimis juga ketika salah satu tokoh intelejen Indonesia malah berbisnis memasarkan Wuling, yang merupakan merk kendaraan bermotor produk China, yang mengesankan bahwa tokoh ini kemungkinan sudah mendapat “keistimewaan tertentu” dari China.

Demikian pula tokoh pejabat yang berpengaruh di Indonesia saat ini sekalgus pengusaha  batu bara, serbuk kayu dan lainnya malah menjadi salah satu “mitra terpercaya” China di Indonesia.

Bahkan tokoh ini yang mendorong dan menandatangani kerjasama intelejen sandi Indonesia dengan China.

Namun bagaimanapun apesnya Indonesia, tak perlu putus asa...

Ini merupakan tantangan besar bagi anak bangsa yang mempunyai keahlian Matematika di perguruan tinggi (Fakultas MIPA jurusan Matematika), Fakultas Informatika dan Komputer untuk SEGERA bekerja keras menciptakan hardware dan software digital Indonesia, agar Indonesia bisa menolak masuknya tehnologi asing dengan penggunaan ganda.  

Bayangkan betapa besarnya tanggung jawab para sarjana matematika, elektronik, informatika dan computer kepada kelangsungan bangsa ini ke depan.

Mengingat tanpa itu negara akan selalu kedodoran karena kebocoran data di sana sini yang sangat merugikan bangsa, yang bila dikalkulasi menadi angka bisa mencapai ribuan triliun rupiah.

Untuk itu aku menyarankan, berhentilah memulai proses digitalisasi di sektor strategis. Tunggu hingga SDM kita sendiri mampu.

Digitalisasi hanya bisa dilakukan secara penuh, bila penguasaan hardware dan software termasuk kode enkripsi, benar benar telah dibuat dan dikuasai oleh orang Indonesia yang bersumpah setia pada Republik Indonesia. Dan terutama aman dan layak untuk digunakan.  

Semoga hal ini selalu menjadi perhatian bagi anak bangsa yang peduli nasib bangsa ini dengan melakukan langah langkah antisipasi. 

Sekian.

12 Mei 2022

(fb penulis)