Rocky Gerung: Megalomania Jokowi Bukan Lagi Gejala, Tapi Sudah Jadi DNA Rezim!

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengamat politik Rocky Gerung ikut angkat bicara mengenai tudingan megalomania yang ditujukan Amien Rais pada Presiden Joko Widodo (Widodo) dan tangan kanannya, Luhut Binsar Pandjaitan. 

Rocky menilai Amien Rais cerdas dan berpengalaman karena mampu merumuskan penyakit megalomania yang disebut tengah diderita Jokowi dan lingkaran kekuasaannya.

“Pak Amien tahu bahwa memang ini gejala megalomania. Bukan saja gejala, dia udah menetap jadi DNA dari rezim ini,” ujar Rocky dalam videonya berjudul Luhut dan Jokowi Idap Megalomania yang diunggah di YouTube Rocky Gerung Official, Senin (4/4/2022).

Rocky Gerung sependapat dengan Amien Rais yang menyebut Jokowi mengidap megalomania karena saat ini cenderung berupaya melakukan segala cara agar tetap berkuasa. 

Dalam dunia psikologi, megalomania berarti sebuah keyakinan pada diri seseorang bahwa ia memiliki kebesaran, keagungan, atau kekuasaan.

Keyakinan tersebut tak sekadar berupa sikap sombong, tapi merupakan bagian gangguan jiwa. 

Rocky Gerung menilai Jokowi telah melakukan tindakan memalukan yang diketahui seluruh dunia. 

Menurut dia, analis internasional khususnya Amerika Serikat dan Australia selalu memantau hal tersebut.

“Itu memalukan karena diintip juga oleh analis-analis internasional tentang Indonesia. Analis dari Australia, Amerika memang sepakat ini megalomania,” ujar filsuf kelahiran Manado itu.

Rocky Gerung menyebut Jokowi layak disebut megalomania karena terus menginginkan agar masa kekuasaannya bertambah atau diperpanjang. 

Rocky melihat manuver Jokowi selama ini terkesan sengaja disamarkan oleh beberapa menterinya, termasuk di antaranya Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia menyimpulkan, praktik berpolitik semacam ini bersumber dari keinginan Jokowi untuk terus bertahan di Istana sehingga membuat bangsa terus dalam kondisi carut-marut.

“Politik ini bersumbu pada keinginan Pak Jokowi untuk terus merayap, dan itu akan mengakibatkan berantakannya bangsa ini,” ujar jebolan Universitas Indonesia itu.

Lebih lanjut, Rocky Gerung memuji kualitas berpolitik Amien Rais dengan pengalamannya yang segudang. 

Rocky menilai pendiri Partai Ummat itu konsisten menjaga reformasi dari penyelewengan yang dilakukan penguasa.

Selain itu, dia menilai Amien Rais sangat memahami celah-celah kecil yang memungkinkan menjadi sumber berkembangnya maling uang rakyat atau tindakan koruptif yang dapat merongrong NKRI.

“Politik etis kualitatif tetap ada pada Pak Amien, dia paham lorong-lorong tikus tempat kekuasaan bersembunyi.” [suara]