Ormas THR... Kasihan lihatnya...

THR, minta-minta, kasihan lihatnya.

Saya kira, saat sebuah ormas (organisasi masyarakat) pakai nama Paguyuban, Pancasila, Forum, atau nama-nama keren lain, maka ormas ini tentu punya marwa dong. Punya kehormatan.

Eeeh, tiap lebaran, kerjaannya malah minta THR.

Suer deh, kasihan lihatnya.

Pola pikir ormas-ormas ini eror. Bahkan saat dia menulis surat itu dengan istilah 'seihklasnya', 'tanpa paksaan', tetap kasihaaan banget lihatnya. Itu surat dia bawa kemana-mana, dia kirim kemana-mana.

Kamu tuh mirip sama pengemis di trotoar, lantas menjulurkan tangan. Padahal sehat walafiat. Padahal bisa bekerja, berkarya. Nah, bedanya sama pengemis, ormas-ormas ini meski mereka bilang 'seihklasnya', lihat saja gayanya. Sudah kayak 'ngerampok' kalau datang rame-rame.

Sudah saatnya ormas-ormas ini "di-edukasi". Sampai ke akar-akarnya. Karena bukan hanya THR lebaran mereka ngerepotin, ormas-ormas ini juga cenderung malak, mirip preman di pasar-pasar, dll dsbgnya. Kehadiran kamu itu membawa teror. Perasaan tidak tenang. Inilah contoh radikal yg sebenarnya.

Dan kamu, kamu, kamu, elit ormas-ormas ini, berhenti bersilat lidah. Lihat anggota-anggota kamu itu di bawah, elit ormas-ormas ini ampun dah, sok bijak, sok lurus, entahlah apa mereka lihat realitas ini, atau sok kaget. Nah, jika kamu memang mau lurus, kamu kasih pekerjaan ke anggota-anggota kamu ini, kasih keterampilan, kasih modal, biar mereka tidak ngemis THR, malak, dll. Besok-besok, merekalah yg ngasih THR ke karyawan-karyawan, pegawai-pegawai usahanya.

Semoga paham. Semoga generesi berikutnya tdk ada yag bercita-cita jadi preman berbaju organisasi, lantas tiap lebaran minta THR, seolah dia kerja dan bermanfaat bagi orang lain.

(By Tere Liye)

*fb