Lebih dari 5.000 Warga Sipil Kota Pelabuhan Mariupol-Ukraina Tewas Dibantai Rusia, Termasuk 210 Anak-anak

[PORTAL-ISLAM.ID] Wali Kota kota Mariupol, Ukraina mengatakan lebih dari 5.000 warga sipil, termasuk 210 anak-anak, telah tewas selama sebulan pengepungan yang dilakukan tentara Rusia .

Vadym Boichenko mengatakan bahwa pasukan Rusia membom rumah sakit, termasuk satu di mana 50 orang tewas terbakar, dan telah menghancurkan lebih dari 90% infrastruktur kota pelabuhan selatan.

"Dunia belum pernah melihat skala tragedi di Mariupol sejak keberadaan kamp konsentrasi Nazi. Pasukan pendudukan Rusia mengubah seluruh kota kami menjadi kamp kematian," kata Boichenko, menurut kantor berita Ukraina Interfax.

"Ini Auschwitz dan Majdanek yang baru," imbuhnya merujuk pada kamp konsentrasi Nazi pada Perang Dunia II seperti dikutip dari USA Today, Kamis (7/4/2022).

Para pejabat pertahanan Inggris mengatakan 160.000 orang masih terjebak di kota itu, yang berpenduduk 430.000 sebelum perang.

Konvoi bantuan kemanusiaan yang didampingi oleh Palang Merah telah berusaha tanpa hasil untuk masuk ke kota itu.

Mariupol kini terancam hancur total. Lebih dari 90 persen infrastruktur kota itu hancur, 40 persen di antaranya tak bisa diperbaiki.

Sebagaimana dilansir Associated Press, serangan Rusia juga menyebabkan Mariupol kekurangan pangan, air, bahan bakar, dan obat-obatan.

Sejak awal invasi, Mariupol memang menjadi salah satu fokus Rusia. Posisi Mariupol dianggap vital karena berada di antara dua daerah yang dikuasai kelompok separatis pro-Rusia, yaitu Crimea dan Donbas.

[Video Drone - Kondisi Kehancuran Mariupol]