KABAR GEMBIRA... Putin dan Presiden Ukraina Zelensky Bakal Bertemu di Turki

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan akan segera bertemu untuk merundingkan konflik antara negara mereka. Kemungkinan ini muncul setelah negosiator Ukraina menyebut ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Rusia.

Mengutip CNN Internasional, Anggota Tim Perunding Ukraina David Arakhamia menyebut Rusia sudah menyambut posisi Ukraina dalam beberapa isu kunci dan membuka kemungkinan adanya konsultasi langsung antara Zelensky dan Putin.

Arakhamia berkata, ada kemungkinan pertemuan Zelensky dan Putin akan difasilitasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Kami mengumumkan posisi Ukraina di Istanbul. Rusia telah memberikan jawaban resmi untuk posisi kami, yaitu bahwa mereka menerima posisi ini, kecuali untuk masalah Krimea," kata Arakhamia, dikutip Minggu (3/4/2022).

Ukraina sudah berencana mengajukan gencatan senjata yang akan didukung oleh aliansi negara-negara pendukungnya. Status Krimea - yang dianeksasi Rusia pada 2014 - telah menjadi titik penting dalam negosiasi potensial antara Ukraina dan Rusia.

Ukraina dan sebagian besar komunitas internasional menganggap daerah itu diduduki secara ilegal. Kremlin secara konsisten mengatakan bahwa status Krimea telah jelas.

Pihak Ukraina mengatakan telah ada kesepakatan untuk menangguhkan negosiasi status Krimea selama 15 tahun, tetapi pihak Rusia belum mengkonfirmasi klaim ini.

Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina, mengatakan tidak ada konfirmasi resmi dari posisi tersebut secara tertulis. "Secara lisan, pada kemarin, dalam konferensi video, kami mendengar bahwa pihak Rusia tidak keberatan dengan posisi [Ukraina] seperti itu," kata Arakhamia.

Saat ini, Arakhmia mengklaim tim perunding Ukraina sedang mempersiapkan berbagai dokumen untuk mempertemukan dua presiden ini. Selain itu, tim juga sedang mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

"Kemarin, Erdogan menelepon kami dan Vladimir Putin. Dia diduga mengonfirmasi bahwa mereka siap untuk mengadakan pertemuan dalam waktu dekat. Baik tanggal maupun tempatnya tidak diketahui. Tapi kami percaya kemungkinan besar itu akan terjadi di Istanbul atau Ankara," katanya.[CNN/CNBC]