APAKAH 'SETAN' BISA SAKIT? Terbaring di Rumah Sakit?

APAKAH 'SETAN' BISA SAKIT?

Oleh: Aysari Usman

Jawabannya: bisa. Sebab, kata para ustad, setan itu bermakna ‘tabiat’ atau ‘sifat’ jahat (evil). Selain, tentunya, juga ada makna sebagai makhluk gaib (unseen creation).

Dalam konteks pengertian di atas, setan sebagai tabiat atau sifat melekat pada diri manusia. Alias, manusianya yang dikuasai dan dikendalikan oleh setan atau bahkan menjelma menjadi setan. Bisa setan besar, bisa setan kecil. Besar-kecil ini adalah peringkat kualitatif dan kuantitatif dari tabiat dan sifat jahat itu. 

Dari sini, kita bisa mematerialisasikan setan dalam arti bahwa tabiat atau sifat jahat itu menjelma menjadi manusia. Para seniman lukis menggambarkan setan dalam bentuk manusia bertanduk dengan wajah yang menakutkan. Si setan digambarkan sambil memegang trisula (tombak cabang tiga), dlsb. 

Secara literal (harfiah), memang ada orang-orang jahat yang “kebetulan” berwajah bengis. Mereka kelihatan menakutkan. Tetapi, ada pula yang tampak biasa-biasa saja. 

Karena itu, kembali ke pokok bahasan, ungkapan “setan sedang sakit keras” bisa ditafsirkan sebagai “manusia jahat yang sedang sakit keras”. Artinya, Anda bisa melihat setan terbaring di rumah sakit seperti manusia biasa lainnya.

Mohon dikoreksi kalau ada yang salah dalam sketsa pendek ini.

27 April 2022