Unit Tempur Elit Chechnya Dikirim Untuk Membunuh Presiden Ukraina

[PORTAL-ISLAM.ID] Sebuah unit tempur elit Chechnya yang dikirim ke Ukraina untuk membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah dibinasakan (tewas), menurut laporan.

Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Kyiv, Oleksiy Danilov, mengatakan unit "yang datang untuk membunuh Presiden kita, telah dilenyapkan", dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir Mirror.uk Selasa (1/3/2022).

Unit tempur elit Chechnya itu dikirim oleh Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya dan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berbicara di saluran TV Ukraina 24, Danilov mengatakan: "Kami sudah mengetahui operasi khusus yang akan dilakukan oleh unit pasukan Kadyrov."

"Kami menerima informasi dari perwakilan Dinas Keamanan Federal Rusia yang tidak ingin ambil bagian dalam perang berdarah ini."

"Unit pasukan Kadyrov, yang datang untuk membunuh Presiden kita, berhasil dilenyapkan."

Danilov menambahkan: "Kami tidak akan menyerahkan Presiden atau negara kami kepada siapa pun. Ini adalah tanah kami, keluar dari sini!"

Beberapa jam setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Kamis (24/2) pagi, Presiden Zelensky bersembunyi dan mengatakan dia mengkhawatirkan nyawanya dan keluarganya.

Dia mengatakan dalam sebuah video dari lokasi rahasianya, dia telah ditandai sebagai "target nomor satu" oleh pasukan Rusia dalam misi untuk 'menculik' dia dan menguasai ibukota.

Dia mengklaim bahwa kehidupan keluarganya terancam oleh "kelompok sabotase" Rusia yang telah pindah ke ibu kota.

Selama akhir pekan, kemudian dilaporkan bahwa sekitar 400 tentara bayaran beroperasi di Ibu Kota Kyiv di bawah perintah Kremlin untuk membunuh Zelensky.

Milisi bersenjata dari Grup Wagner diterbangkan ke ibu kota dari Afrika lima minggu lalu, katanya.

Milisi diperintahkan untuk memenggal pemerintahan Zelensky dengan imbalan bonus finansial yang besar.

Skema itu adalah bagian dari rencana Putin untuk merebut Ibu Kota Kiev, melumpuhkan pemerintah dan menaklukkan Ukraina dalam waktu 48 jam - sebuah rencana yang sejauh ini gagal.

Pemerintah Ukraina mengetahui misi rahasia tersebut pada Sabtu (26/2) pagi, lapor The Times, dan hanya beberapa jam kemudian Kyiv mengumumkan jam malam selama 36 jam untuk menyapu kota dari para penyabot.

Sebelumnya hari ini, Zelensky mengacungkan tinjunya saat dia mencap Rusia sebagai "negara teroris" menyusul serangan rudal di depan gedung administrasi publik sipil di Kharkiv, kota terbesar kedua Ukraina.

(Sumber: Mirror)