Tuduhan Buzzer Terhadap Fadli Zon, Sasarannya Prabowo dan Gerindra

Oleh: Balyanur

BuzzeRp EK secara terang-terangan menuduh Fadli Zon mendanai teroris lintas negara. Ini bukan cuitan iseng, setelah EK maka muncul tagar #TangkapFadliZon. Artinya, cuitan EK itu memang terencana.

Berawal dari “dibunuhnya” terduga teroris dokter SU oleh Densus 88. Di tengah polemik penembakan itu, polisi kasih keterangan bahwa almarhum dokter SU terafiliasi dengan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI).

Masih menurut polisi, Sejak 2015,  HASI telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang melalui penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Salah satu tugas organisasi ini adalah merekrut, mendanai, serta memberikan fasilitas perjalanan bagi foreign terrorist fighter (FTF) ke Suriah. 

Di dalam struktur organisasi HASI, Ramadhan menambahkan, dokter SU menjabat sebagai penanggung jawab, selain juga berperan sebagai penasihat amir kelompok terorisme Jemaah Islamiyah (JI) sebaigamana dikutip kompas.com.

Kenapa bisa nyasar ke FZ? Ini keterangan FZ yang ditulis di akun Twitternya sekaligus membantah gongongan BuzzeRp.

Sy mengikuti beberapa berita, yg dimulai dari cuitan seorang buzzer, yg isinya mengaitkan seolah-olah saya punya kaitan dgn seorang terduga teroris yg baru saja ditangkap Densus 88, hanya krn sebuah foto lama tahun 2015. Atas fitnah tsb, sy ingin memberi klarifikasi sbg berikut

1) Sbg Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Korpolkam, 2014-2019), setiap hari saya menerima berbagai delegasi bahkan hingga puluhan orang.

2) Delegasi masyarakat yang saya terima mewakili berbagai spektrum golongan dan kepentingan, baik untuk keperluan audiensi, penerimaan pengaduan, maupun courtesy call.

3) Sebagai wakil rakyat, saya selalu bersikap terbuka terhadap seluruh anggota masyarakat, apapun suku, ras, agama, serta afiliasi politiknya. Itu adalah bagian dari tugas representasi saya sebagai anggota DPR RI.

4) Pada 28 Mei 2015, saya bersama Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), @Fahrihamzah menerima permintaan delegasi kemanusiaan dari Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) yang dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)

5) Mereka menyampaikan perkembangan situasi pengungsi Suriah di perbatasan Turki yang membutuhkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Mereka menggalang dana untuk rumah sakit darurat, makanan, serta pakaian bagi pengungsi korban perang.

6) Karena dana dikumpulkan dari masyarakat Indonesia, mereka kemudian meminta sy n Saudara @Fahrihamzah sbg representasi pimpinan wakil rakyat untuk scra simbolik menyerahkan bantuan kemanusiaan tsb pd FIPS. Penyerahan bantuan simbolik ini diabadikan oleh para wartawan yg hadir.

7) Setiap kegiatan sy sbg anggota dan pimpinan parlemen, selalu didokumentasikan sebagai bentuk keterbukaan sekaligus pertanggungjawaban publik.

8) Selama saya menjabat Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam, kegiatan-kegiatan itu sy dokumentasikan dalam buku "Berpihak Pada Rakyat” yg terdiri dari lima jilid. Pertemuan dengan anggota delegasi FIPS tadi dicatat dan didokumentasikan pada buku jilid pertama halaman 285.

9) Sebagai catatan, semua dana yang tertera dalam simbol (USD 20,000) adalah dana yang dikumpulkan oleh FIPS dari masyarakat Indonesia, bukan sumbangan pribadi saya atau Saudara Fahri Hamzah.

10) Saya dan Saudara Fahri Hamzah kenal dengan tiga anggota delegasi FIPS, yaitu Ustadz Bachtiar Nasir, Mustofa Nahra, serta pengacara Achmad Michdan. Namun, empat orang lainnya saya tidak kenal.

11) Sebelum bertamu ke DPR, pada tanggal 21 Mei 2015 FIPS juga telah bertamu ke Kementerian Luar Negeri yang diterima oleh Wakil Menteri Luar Negeri.

12) Kementerian Luar Negeri menyambut baik kegiatan FIPS dan mengakui bahwa pemerintah Indonesia memiliki pemikiran serta visi yang sama dengan FIPS terkait bantuan kemanusiaan bagi rakyat Suriah yang saat itu sangat membutuhkan pertolongan kemanusiaan.

13) Penerimaan terhadap delegasi FIPS adalah bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan. Ketika masyarakat Indonesia menyumbang rumah sakit di Gaza, sbg Wakil Ketua @DPR_RI saya juga diminta untuk menyerahkan bantuan tersebut secara simbolik.

14) Upaya untuk mengait-ngaitkan dgn terduga teroris adalah fitnah belaka. Secara politik, sy menganggap ini adlh fitnah yg kotor, sama seperti kalau ada orang yg mencoba mengaitkan Presiden @jokowi dgn terorisme hanya krn pernah menerima terduga teroris Farid Okbah di Istana.

15) Sbg informasi, pada 29 Juni 2020 Farid Okbah pernah diterima Presiden Joko Widodo di Istana. Pada tanggal 16 November 2021, Farid Okbah ditangkap oleh Densus 88 sebagai terduga teroris. Apakah dua peristiwa yang berlainan itu bisa dikait-kaitkan?

16) Penjelasan ini sy buat untuk menepis fitnah sejumlah orang yg secara insinuatif berusaha memutarbalikan dukungan saya terhadap aksi kemanusiaan seolah adalah bentuk dukungan terhadap terorisme. Itu fitnah yang sangat kotor dan keji sekali.

***

Jadi jelas, dana yang diberikan pada FIPS adalah dari masyarakat untuk membantu pengungsi Suriah di perbatasan Turki, soal kemana dana itu mengalir ya Wallahu a’lam. Tapi yang pasti FZ dan FH kapasitas sebagai wakil ketua DPR menyerahkan dana itu atas nama rakyat Indonesia.

Bahkan sebelumnya, FIPS bertemu dengan wakil menteri luar negeri, waktu itu Abdurrahman M Fachir, Menlunya masih Retno Marsudi. Apakah waktu itu BIN nggak tahu? Pasti tahulah. Tapi kenapa baru tahun 2022 jadi main bongkar-bongkaran gini?

Mungkin saja ada yang bilang, itu cuma ulah BuzzeRp. Nggak mungkin lah. BuzzeRp berdiri sendiri. Masih ingat kan? Ada dua nama yang dibidik oleh BuzzeRp dijadikan Target locked, dan tidak lama kemudian beneran ditangkap.

Tugas BuzzeRp kan mengecek dalamnya air atau kencangnya gelombang. Nggak mungkin lah mereka tebar fitnah FZ tanpa sepengetahuan kakak pembina. Lihat saja trendnya. Bertahun sudah BuzzeRp menggonggongi suara adzan dari Toa. Hasilnya, Menag bikin edaran pembatasan desibel TOA dan mengimbau tarawih pakai suara dalam saja. 

Sewaktu Menag Fahrurozzi hampir saja merekomendasikan FPI sebagai ormas yang boleh terdaftar, BuzzeRp ramai mengangkat tagar JokowitakutFPI. Walhasil, FPI dibubarkan. Itu baru beberapa contoh saja.

Kalau sekarang BuzzeRp menyasar FZ dengan tuduhan yang serius, donator teroris! Sasaranya tentu saja bukan cuma FZ tapi juga Prabowo dan Gerindra. Prabowo bukan kenal setahun dua tahun dengan FZ. Prabowo mengaku kenal FZ dari FZ muda. Tahun 2019 Prabowo nyapres tentu saja FZ sebagai pendukung terdepannya. Nggak ada tuh isu tukang nyariin duit buat teroris. Padahal kan kata polisi, Sejak 2015, ia menjelaskan, HASI telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang melalui penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Prabowo sudah pengalaman dikhianati. Masih basah ingatan perjanjian batu tulis, tapi Prabowo nggak mau juga mengambil pelajaran. Dengan alasan memperbaiki dari dalam dan atas nama persatuan dia masuk rombongan rezim. Padahal sangat jelas, Jokowi di depan Prabowo bilang, tidak ada lagi Cebong dan Kampret. Kampret sih otomatis bubar jalan, tapi Cebong tetap eksis dan mengadakan pertemuan berkala dengan Jokowi.

Tuduhan terhadap FZ ini nggak bisa dibilang tuduhan pribadi, karena sekali lagi, FZ menyerahkan dana dari sumbangan masyarakat itu atas nama wakil ketua DPR dari fraksi Gerindra. Dan BuzzeRp sebagai penuduh dan tukang fitnah tidak juga dibilang atas nama pribadi. Karena sudah berkali-kali BuzzeRp tebar fitnah tapi nggak pernah kena jerat hukum. 

Tuduhan serius itu mungkin saja sepengetahuan kakak pembina. Kaleeeee.

(fb)