Imam Asal Turki Ini Telah Mengantarkan 150 Orang Masuk Islam di Belanda

[PORTAL-ISLAM.ID]  Bünyamin Yıldız, seorang imam Turki kelahiran Belanda, telah mengantarkan 150 orang masuk Islam selama tugasnya di negara itu. 

Bekerja di masjid-masjid yang dioperasikan oleh Yayasan Diyanet Belanda yang terkait dengan Kepresidenan Urusan Agama (DIB) Turki, Yıldz mengatakan banyak sabda Nabi Muhammad dalam hadisnya telah membimbingnya untuk mengajak banyak orang untuk memilih Islam.

Selama sembilan tahun masa jabatannya di dua masjid di negara Eropa, usahanya telah membuat orang-orang dari Belanda, serta dari Polandia, Rusia dan China memeluk Islam. 

Yildiz, 34, berharap lebih banyak orang orang memeluk Islam selama jabatan terakhirnya sebagai Imam Masjid Ulu di Bergen op Zoom, sebuah kota di selatan Belanda.
 
Yıldız mengatakan kepada Anadolu Agency (10/3/2022) apa yang dilakukan ini adalah terinspirasi dari “sahabe” (sahabah – sahabat Nabi Muhammad yang ikut menyebarkan Islam ke berbagai negara). 

“Saya membawa niat yang sama dan mendapatkan hasil. Saya merasa diberkahi untuk membantu orang lain,” katanya.

“Ketika Nabi kita mengirim para sahabatnya ke berbagai negeri untuk menyebarkan Islam, beliau juga memberikan cintanya untuk tujuan ini. Dengan niat ini, saya keluar rumah setiap hari dan saya berusaha mendapatkan pahala tersebut. Saya mencoba untuk menjaga cinta ini segar setiap hari, dan semoga Allah menjadikan kita sebagai wasilah bagi orang-orang mualaf.”

“Saya selalu ingat bagaimana nabi kita berbicara dan mengobrol, bagaimana beliau makan, minum dan memakai pakaian. Maka dari itu kita harus menjaga kontak yang baik dengan mereka dan membantu mereka mendapatkan hidayah. Dan kita kita perlu menjaga semua jenis hubungan dengan saudara-saudara ini dan saudari dengan baik, dan kita harus berdoa selalu setelah hal ini selesai,” tambahnya.

Hingga saat ini Yildiz telah dimudahkan Allah mengajak lebih dari 150 orang memeluk Islam. 

“Allah telah memberi hidayah sebagian besar dari mereka di Masjid Mevlana di Rotterdam. Jadi mungkin jumlahnya sekitar 130-150 orang mengucapkan kalimat syahadat di masjid ini,” katanya.

Saat menekankan bahwa perilaku dan ucapan warga Muslim yang tinggal di Belanda dan dialog mereka dengan orang-orang sekitar sesuai dengan moralitas Muslim yang memainkan peran penting dalam membantu orang untuk mendapat petunjuk, Yıldız mengatakan, “Kita tidak boleh melupakan hadis ‘Mudahkanlah jangan mempersulit, berilah kabar baik, tidak membuat orang membenci’ dalam komunikasi kita dengan non-Muslim. Maka dari itu kita perlu berkomunikasi dengan mereka, seperti ‘Ayolah, apapun dirimu’.
Sydney Zandwijken, pemuda berusia 21 tahun, termasuk di antara mualaf yang dia bimbing. Keduanya bertemu di Masjid Mevlana tempat Yıldz sebelumnya bekerja di Rotterdam.

Dia mengatakan Zandwijken banyak dipengaruhi oleh teman-teman Muslimnya dan Yıldz membantunya berpindah agama. “Saya mencari kedamaian dan Islam membawanya kepada saya,” kata Sydney Zandwijken yang telah berganti nama Yahya.

Zandwijken yang memiliki orang tua kewarganegaraan Suriname dan Belanda, menyatakan bahwa ia dulu berteman dengan orang yang salah. “Islam membantu saya dalam hal ini (mencari kedamaian) dan saya memutuskan untuk menjadi seorang Muslim,” ungkapnya.

[VIDEO]