Dulu Puan Bilang Orang Miskin Mesti Diet, Kini Megawati Sarankan Ibu-Ibu Merebus, Bijak Bukan?

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberi saran yang bijak kepada ibu-ibu yang ada di Indonesia.

Mega menganggap semestinya para perempuan mesti mencari alternatif lain seperti merebus makan, hingga melupakan polemik kelangkaan minyak goreng yang mesti membuatnya antre dan rebutan.

"Sampai kalau sekarang kita lihat toh, hebohnya urusannya beli minyak goreng. Saya tuh sampai ke ngelus dada, bukan urusan masalah nggak ada atau mahalnya minyak goreng, saya itu sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng? Sampai begitu rebutannya," kata Megawati saat webinar Cegah Stunting untuk Generasi Emas Indonesia, Kamis (17/3/2022) silam.

Selain itu, Megawati meminta para ibu berinovasi lewat masakan makanan khas Indonesia.

"Apa tidak ada cara untuk merebus, lalu mengukus atau seperti rujak? Apa tidak ada, itu menu Indonesia loh," ucap Megawati.

Akhirnya Mega menekankan, setiap perempuan sangat bertanggung jawab atas terjadinya kekerdilan (stunting) pada anak-anak penerus masa depan bangsa.

“Kaum perempuan memiliki tugas untuk melahirkan sehingga perempuan ini menjadi penuh tanggung jawab,” ucapnya.

Hal senada juga pernah disampaikan Ketua DPR RI dari PDIP sekaligus anak Megawati, Puan Maharani. Ia sempat berkomentar bijak terkait warga yang banyak makan. Menurutnya, mereka mesti diet.

Waktu itu tahun 2016, ia masih menjadi menteri. Jokowi pun baru satu periode. Ucapan Puan yang bikin heboh itu disampaikan saat bertemu Gubernur Bali (kala itu), Made Mangku Pastika.

Ceritanya begini, Pastika dulu berniat menambah anggaran daerah untuk pengadaan beras miskin. Alasannya, ada peningkatan angka kemiskinan di Bali.

Dari sana, Pastika pun langsung meminta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, agar alokasi beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Bali dinaikkan.

"Tadi saya sudah berkonsultasi dengan DPRD Bali dengan Bappeda Bali untuk menambah kuota raskin di Bali, karena dari data yang dikeluarkan oleh BPS Bali jumlah orang miskin naik dari sebelum yakni 4,7 persen menjadi 5,2 persen," ujar Pastika.

Gayung bersambut, Puan langsung menjawab. "Jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa," gurau Puan.

Toh pemerintah Jokowi-JK saat itu berupaya mengurangi impor beras. Olehnya, ia mengimbau rakyat mengganti beras ke pangan alternatif.

Tak cuma itu, Puan menyebut, banyak raskin yang disalahgunakan dan dipolitisasi di Bali. "Jangankan Pilkada, di Pilkades juga menggunakan Raskin. Kata calon kepala desa, kalau kamu pilih aku, maka saya akan mengurus beras Raskin. Ada lagi kepala desa yang bagi rata, karena ditekan oleh oknum tertentu dan sebagainya," tutupnya.[era]