Imam Masjid New York Puji Anies Baswedan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Berbagai pengakuan akademik hingga kolektif mengungkapkan, bahwa DKI Jakarta dalam kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan begitu sangat maju dengan pesat.

Hal tersebut karena tak lepas dari komitmen mantan Rektor Universitas Paramadina itu dalam menjalankan janji-janji saat kampanyenya yang telah diucapkan pada Pilkada 2017 lalu.

Akhirnya, pengakuan nasional hingga internasional pun memberikan apresiasi atas keberhasilan Anies Baswedan memimpin Jakarta. Meski demikian, sinisme terhadap prestasinya dari berbagai politikus lainnya juga tak sepi menerpa.

Imam Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali adalah salah satu sosok yang mengakui kerja positif Anies tersebut. Meski tak berada di tanah air, Shamsi Ali secara tegas mengatakan, bahwa Anies telah mampu menyelesaikan janji-janji manisnya terhadap masyarakat Ibu Kota.

“Anies telah banyak bekerja, membuktikan janji-janji. Politisi itu diukur dengan kerja dan pembuktian janji. Karena itu makna dari karakter amanah seorang pejabat publik,” katanya kepada KBA News, Jumat, 18 Februari 2022.

Salutnya kata pria kelahiran 5 Oktober 1967, Bulukumba, Sulawesi Selatan itu, semua kerja-kerja Anies tersebut, dilakukan di tengah banyaknya upaya penghadangan, upaya pembunuhan karakter, dan berbagai serangan yang kasar dari para pembencinya.

Tetap Optimistis

Selain itu, Imam Shamsi Ali menyampaikan tetap optimistis Indonesia masih memiliki banyak pemimpin muda yang kapabel, pintar dan memiliki integritas tinggi.

Nah, harapannya lanjut dia, bangsa Indonesia ke depan bisa cukup pintar memilih pemimpin masa depan yang berwawasan, pintar, dan mampu mengimplementasikan wawasan itu dalam program dan kerja nyata.

“Bukan pemimpin yang obral janji tapi keadaan masyarakat tidak kemana-mana,” ujar jebolan Universitas Southern California itu.
 
Imam Shamsi Ali juga berharap pada para pembesar bangsa, khususnya yang mengendalikan partai-partai politik untuk mampu melihat kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Sehingga kata dia, partai-partai politik bisa menoropong secara jelas calon-calon pemimpin yang dibutuhkan bagi kebangkitan bangsa dan negara ke depan.

“Pemimpin ideal Indonesia ke depan itu agamis-nasionalis, berkarakter (agama dan kebangsaan), serta berwawasan global. Saya yakin Indonesia punya stok yang banyak. Dan sebaiknya berumur di bawah 60 tahun,” ujarnya. (kba)